skip to main | skip to sidebar

Jiwa Entrepreneur | SUKSES Dunia Akhirat

Blog ini dibuat dengan tujuan: 1. Memberikan motivasi, tips-tips bisnis, artikel kesehatan, serta artikel unik dan menarik lainnya. 2. Sebagai sarana diskusi dan informasi bagi warga Medan dan sekitarnya. 3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keluarga dan memberikan solusi Financial Planning yang terbaik bagi keluarga 4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan agar kita bisa selalu berada di tengah-tengah keluarga.

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Kamis, 11 Oktober 2012

Home » ASURANSI & Perencanaan Keuangan » Pendapat Beberapa Ahli Mengenai Asuransi

Pendapat Beberapa Ahli Mengenai Asuransi

by : Unknown | Time : 11.10.12 Label: ASURANSI & Perencanaan Keuangan



Siapkan Polis Sebelum Kritis

Dinda Anggraini tiba-tiba menjadi wanita pemurung. Maklum, sebulan lalu, ibu dua orang anak ini baru saja divonis oleh dokter sebuah rumahsakit pemerintah di Jakarta: mengidap penyakit kanker payudara stadium tiga.

Kendati masih memiliki semangat hidup yang tinggi, wanita berusia 45 tahun ini akhirnya lebih memilih bersikap pasrah menerima kenyataan pahit tersebut. Apa boleh buat, keterbatasan penghasilan suami dan aset berharga yang dimilikinya membuat Dinda hanya bisa meringankan penderitaannya melalui pengobatan alternatif.

Alasan Dinda sederhana. Dengan pengobatan alternatif melalui media totok ular oleh seorang tabib di sebuah daerah di Jawa Barat, biaya yang dia keluarkan tidak sebesar biaya di rumahsakit.

Bayangkan saja, jika berobat di rumahsakit, untuk tahap pertama, Dinda sudah dijejali biaya operasi pengangkatan tumor yang bisa menghabiskan belasan jutaan rupiah. Setelah itu, dia harus menjalani penyinaran di lokasi sekitar organ yang diangkat. Penyinaran ini biasanya berlangsung lebih dari 15 kali dan tak kalah menguras isi dompet. Tahapan pengobatan lainnya adalah menjalani kemoterapi. Asal tahu saja, harga obat kemoterapi sekali suntik bisa Rp 2 juta–Rp 4 juta, belum termasuk biaya pelayanan dan penanganan medis lain.

Karena itu, Dinda hanya bisa pasrah menghadapi Penyakit Kritis yang dia derita. Apalagi, dia hanya seorang ibu rumahtangga yang tak memiliki penghasilan tetap. Memang, di perusahaan tempat suaminya bekerja, ada tunjangan kesehatan untuk keluarga. Sayang, plafon fasilitas ini tak bisa menutupi kebutuhan biaya pengobatan penyakit. “Suami saya hanya pegawai golongan rendah. Jadi, tunjangan kesehatan yang dia dapat hanya Rp 4 juta per tahun,” kata Dinda, lirih.

Tentu saja, kisah miris seperti Dinda dialami banyak masyarakat negeri ini. Persoalannya, dalam kondisi seperti ini, apa yang harus dilakukan oleh mereka? “Kalau memang risiko penyakit yang dihadapinya cukup tinggi dan secara aset tidak mencukupi untuk pengobatannya, memiliki Polis Asuransi Penyakit Kritis perlu dipertimbangkan,” kata Rakhmi Perma-tasari, perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan.

Miliki Saat Usia Muda

Saran senada diungkapkan Joannes Widjajanto, perencana keuangan dari Shildt Financial Planning. Dia bilang, setidaknya ada dua alasan dasar mengapa seseorang perlu memiliki Polis Asuransi Penyakit Kritis.

Pertama, biasanya penanganan Penyakit Kritis butuh biaya yang cukup besar sehingga coverage Asuransi kesehatan tidak mencukupi. Kedua, saat seseorang mengidap Penyakit Kritis, umumnya kinerjanya menjadi menurun. “Kalau sudah begitu, perusahaan tempatnya bekerja akan mencari pengganti sehingga dia tidak lagi memiliki fasilitas Asuransi kesehatan dari kantor,” ungkap Joannes.

Menurut Mike Rini, perencana keuangan dari MRE Financial & Business Advisory, kebutuhan akan Asuransi Penyakit Kritis bisa dilihat dari riwayat kesehatan keluarga dan gaya hidup Anda. “Jika kesehatan keluarga sempurna, jarang yang terkena Penyakit Kritis, Anda tidak membutuhkan Polis Asuransi Penyakit Kritis. Tapi Anda hanya perlu asuransi kesehatan biasa,” papar dia. Logika ini juga berlaku jika gaya hidup Anda normal. “Biasanya Penyakit Kritis muncul bukan hanya karena faktor keturunan, tapi juga disebabkan gaya hidup yang buruk,” kata Mike.

"Lalu, kapan waktu yang tepat seseorang memiliki Polis Asuransi Penyakit Kritis?"

Menurut Muhamad Ichsan, perencana keuangan dari PrimePlanner, semakin muda usia Anda ketika menjadi nasabah Asuransi Penyakit Kritis, akan semakin rendah biaya premi Asuransi yang dikeluarkan. “Jangan sampai ketika Anda terserang Penyakit Kritis kemudian sembuh, baru berencana membeli Polis Asuransi. Kalau sudah begini, biasanya tidak akan ada perusahaan Asuransi yang mau menerima,” kata Ichsan.

Karena itu dia menyarankan, agar Anda tak gegabah memilih produk Asuransi penyakit kritis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Nah, berikut ini beberapa pertimbangan sederhana memilih Asuransi penyakit kritis dari sejumlah perencana keuangan yang dirangkum KONTAN.

Menentukan Produk

Asal Anda tahu, Asuransi Penyakit Kritis terdiri dari dua jenis. Pertama, asuransi Penyakit Kritis yang berdiri sendiri. Anda bisa langsung membeli Polis tanpa harus memiliki Asuransi utama. Biasanya, model polisnya berupa Asuransi jiwa yang berbalut investasi.

Selain itu, kedua, ada Asuransi Penyakit Kritis sebagai Asuransi tambahan (riders). Nah, di sini Anda wajib memiliki Polis Asuransi utama terlebih dulu sebelum memiliki riders.

Menurut Mike Rini, Asuransi riders biasanya dibutuhkan hanya untuk mengakumulasi dana darurat atau mengantisipasi ketidakmampuan mendapatkan penghasilan selama kita sakit kritis. “Karena itu, penting mengetahui di keranjang investasi apa dana kita bakal diinvestasikan oleh perusahaan Asuransi?” papar Mike.

Adapun Polis Asuransi kritis murni dibutuhkan jika seseorang memang diketahui berpotensi memiliki Penyakit Kritis. “Kalau membeli Asuransi sendiri lebih simpel, kita hanya fokus pada coverage apa saja penyakit kritis yang termasuk di dalam Polis,” imbuh Mike.

Uang Pertanggungan

Anda harus menghitung dulu berapa besar kebutuhan biaya pengobatan penyakit kritis. “Jangan membeli Asuransi Penyakit Kritis jika tak sesuai dengan kebutuhan kita,” saran Ichsan.
Dengan kata lain, uang pertanggungan (UP) yang diberikan perusahaan asuransi menjadi faktor berharga yang harus Anda cermati. “Lihat dulu secara cermat, apa saja Penyakit Kritis yang dikaver oleh produk tersebut,” imbuh dia.

Rakhmi Permatasari menambahkan, jika memang pertimbangan Anda mengambil Asuransi Penyakit Kritis karena kekhawatiran terhadap hilangnya penghasilan saat terserang penyakit tersebut, lebih baik bila jumlah UP setara dengan Polis Asuransi jiwa. “Tapi, kalau harapannya hanya untuk mengganti biaya yang keluar, perlu diteliti lagi sebesar apa, sih, biaya dan pelayanan yang Anda harapkan,” ujar dia.

Pembayaran Premi

Faktor terpenting lain yang harus kita pertimbangkan adalah kemampuan Anda membayar premi. Sebagaimana Anda tahu, biaya pengobatan Penyakit Kritis sangat besar. Oleh karena itu, UP yang ideal seharusnya juga tidak sedikit, yaitu antara belasan juta hingga miliaran rupiah.

Uang pertanggungan segede itu tentu menghendaki membayar premi yang mahal juga. Jadi, Anda harus melihat kemampuan kocek pribadi untuk membayar premi tersebut. “Kalau Anda sudah punya Asuransi jiwa sebelumnya, maka hanya perlu membeli Asuransi riders untuk penyakit kritisnya. Atau, kalau bujetnya pas-pasan, Anda bisa membeli Asuransi kritis sendiri,” tutur Mike.

Pencairan Klaim

Budi Pratama, perencana keuangan dari Akbar’s Financial Check Up, mengatakan, kebanyakan orang berharap mendapatkan penggantian atau pertanggungan sejumlah dana jika mereka terdiagnosis kena salah satu penyakit kritis.

Padahal, prosedur umum yang berlaku adalah pertanggungan atau penggantian nilai ekonomis (uang) baru terjadi apabila si tertanggung sudah mencapai titik kritis. Contoh, perusahaan Asuransi baru akan mencairkan seluruh uang pertanggungan apabila si tertanggung sudah dinyatakan mengidap kanker stadium 4.

Sebagian Asuransi memang bersedia mencairkan UP ketika si tertanggung baru dinyatakan mengidap penyakit stadium 1 atau 2. Tapi, nilai UP yang diberikan tak 100%. Ada pula Asuransi yang menerapkan metode pencairan UP berdasar poin-poin pemeriksaan. Contohnya, ketika nasabah terkena serangan jantung, beberapa perusahaan Asuransi menggunakan lima poin hasil pemeriksaan, dari pemeriksaan kondisi fisik hingga laboratorium.

Ada pula perusahaan Asuransi yang mengeluarkan dana pertanggungan apabila poin-poin pemeriksaan tersebut menyatakan kondisi penyakit sudah parah. Singkatnya, umumnya, klaim baru cair ketika kondisi penyakit nasabah sudah dinyatakan parah oleh dokter.


"Nah, kini mungkin Anda baru sadar bahwa Asuransi penyakit yang terbaik dan termurah adalah menjaga kesehatan."

Jika anda butuh konsultasi dan informasi lengkap mengenai produk asuransi, anda bisa menghubungi :

PT Allianz Life Indonesia
www.allianz.co.id

Edwin (Financial Consultant)
HP : 085262184411
pin BB : 26EED2F4

Follow me at :
Twitter : @DiaryMedan (penulis) | @AllianzNetwork
Facebook Id : Edwin Darias Zheng
Facebook Fans Page : https://www.facebook.com/goresantintaemas



Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Related Posts with thumbnails for bloggerblogger widgets

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Author :

Edwin Darias
MindSet Motivator | CREATIVEpreneur OPTIMIZer | Business Tricker
Hp : 08126494008
BB pin: DAEBA62E
____________________________________________
Click this

Follow Our Twitter : @JiwaEntreprener | @MaestroVSI

Follow @JiwaEntreprener Tweets by @DiaryMedan
Follow @MaestroVSI Tweets by @MaestroVSI

Check This !!

  • Friend With Me in Facebook
  • Bisnis VSI Ust. Yusuf Mansur

Arsip Blog

  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2013 (134)
    • ►  Desember (28)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (30)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (22)
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ▼  2012 (126)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (18)
    • ▼  Oktober (50)
      • Menambah Jumlah Follower Twitter Dalam Sekejap Sec...
      • Boss Dan Nasihatnya
      • Kebijaksanaan Dalam Memperbaiki Masalah Hubungan M...
      • "Nick Vujicic, Motivator Kelas Dunia Yang Tidak Me...
      • Anthony Burgess (Setahun Menjelang Kematian)
      • Kekuatan dari Keseimbangan
      • Kisah Sukses : Andrew Darwis - Pendiri Kaskus
      • Kisah Dan Kunci Sukses : Jeff Bezos - Pendiri Toko...
      • KISAH SUKSES : SERGEY BRIN & LARRY PAGE - PENDIRI ...
      • "Uang Di Dalam Sepatu"
      • "Kisah Nyata, Yu Yuan Gadis Kecil Penderita Leukem...
      • "Kisah Bai Fang Li, Tukang Becak Tua Berhati Mulia"
      • Penyesalan Seorang Istri
      • Arti Pernikahan Sesungguhnya... (Gendong Aku Sampa...
      • Jangan Menilai Sesuatu dari Luarnya
      • "Ternyata Orang Cacat Ini Malah Menyumbang Bukan M...
      • Kisah Sukses : Michael Jordan
      • Cara Mendidik Anak Terkaya Di Dunia ( Mark Zukerbe...
      • Hans Christian Anderson - Pendongeng Popular Dunia
      • Pendapat Beberapa Ahli Mengenai Asuransi
      • Allianz membayar seluruh klaim asuransi jiwa Padang
      • Allianz Life Indonesia : Asuransi Jiwa Paling Inov...
      • Allianz Life Peduli Korban Sukhoi
      • Allianz Bayar Klaim 1,5 Milyar (akibat meninggal d...
      • Pohon Asuransi Yang Kuat
      • Jane Shalimar Ikut Asuransi untuk Berobat di Luar ...
      • Perbedaan Orang Yang Punya Asuransi
      • Tidur Melewati Badai
      • Steve Jobs dan Kanker
      • CITRA DIRI AGEN ASURANSI JIWA
      • Property VS Asuransi
      • Asuransi 2 Lapis
      • Ketika Agen Asuransi Berhenti Mengejar Anda (True ...
      • Realita kehidupan!!!
      • SIAPKAH ANDA SAAT DOKTER MINTA 1 MILYAR?
      • TABUNGAN MASA DEPAN ANDA
      • Asuransi adalah Solusi, Wujud Cinta pada Diri dan ...
      • Prinsip PAYUNG KELUARGA
      • Olahraga Yang Berbahaya
      • Survei Kesehatan
      • Lorong Kehidupan
      • Active Income dan Passive Income
      • Insurance = Basic Needs
      • 10 Khasiat Buah Manggis Bagi Kesehatan
      • That Morning has Broken of The Shocking Story of M...
      • Tapro Allianz VS Tabungan Biasa
      • Mari Menabung di Tapro Allianz
      • Kisah Mama dan Anaknya
      • Kisah Burung Merpati
      • Bayi Meninggal Karena Tidak Ada Biaya Berobat
    • ►  September (53)

Popular Posts

Category

  • ASURANSI & Perencanaan Keuangan (84)
  • Bisnis (50)
  • Inspirasi (44)
  • Motivasi & Pengembangan Diri (40)
  • Kisah Sukses (27)
  • Sukses (27)
  • Others (14)
  • Beranda
Free Hit Counters
Free Hit Counters
Diberdayakan oleh Blogger.
 

© SUKSES Dunia Akhirat
designed by @JiwaEntreprener | Bloggerized by Edwin Darias | 08126494008 / DAEBA62E