skip to main | skip to sidebar

Jiwa Entrepreneur | SUKSES Dunia Akhirat

Blog ini dibuat dengan tujuan: 1. Memberikan motivasi, tips-tips bisnis, artikel kesehatan, serta artikel unik dan menarik lainnya. 2. Sebagai sarana diskusi dan informasi bagi warga Medan dan sekitarnya. 3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keluarga dan memberikan solusi Financial Planning yang terbaik bagi keluarga 4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan agar kita bisa selalu berada di tengah-tengah keluarga.

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Selasa, 30 Juli 2013

Burger King, Raja Yang Mencari Mahkota

by : Unknown | Time : 30.7.13 Label: Bisnis



Merek Burger King lahir pada tahun 1950 an. Tahun pendirian ini sangat tepat karena pada tahun 1960 dianggap sebagai awal menguatnya industri fast food termasuk restaurant dan franchise. Gaya hidup Amerika juga berubah mengikuti pola hidup yang cepat ditandai dengan pengembangan pinggiran kota, mobil, dan televisi. Sehingga permintaan akan makanan cepat saji juga turut meningkat. Dan pada akhirnya industri makanan cepat saji mengalami peningkatan yang sangat pesat pada akhir tahun 1960 an dan awal 1970 an dan persaingan antar rumah makan berlangsung sangat sengit untuk memperebutkan pangsa pasar.

Burger King adalah salah satu jaringan restaurant terbesar di Amerika dan pada saat itu Burger King berada pada jalur yang tepat untuk menjadi produsen fast food yang sukses. Burger King mencoba mendorong pencitraan perusahaan dengan cara mengadakan program iklan dan pada akhir 1960 an, perusahaan mampu membeli slot iklan televisi. Produk unggulan Burger King yang sering ditonjolkan adalah Whopper dengan menggunakan slogan dan jingle “ The Bigger the burger, the better the burger.”

Namun walaupun Burger King memiliki ambisi yang besar untuk melakukan ekspansi, perusahaan tidak dapat melanjutkan ekspansi tanpa sokongan dana yang kuat. Untuk itu Burger King mengadakan merger dengan Pillsbury dengan harapan mendapat suntikan dana untuk melanjutkan pelebaran ekspansi. Namun setelah merger berhasil dilakukan, Pillbury tidak melanjutkan rencana ekspansi. Padahal saat itu McDonald’s melakukan usaha ekspansi dengan gencarnya.Sementara Burger King tidak banyak berubah banyak.

Tahun 1970, Burger King membuka 167 toko baru namun pada saat yang sama McDonald’s membuka 294 toko dan meluncurkan program pemasaran “You Deserve a Break Today”. Tahun berikutnya Burger King turun dengan membuka “hanya” 107 toko sementara McDonald’s membuka 384 toko baru. Dan pada akhirnya McDonald’s menjadi market leader dan Burger King terpaksa menjadi pemain kedua di industri.

Tahun-tahun selanjutnya terjadi perang pemasaran di industri ini di segala aspek pemasaran, mulai dari pengembangan produk, periklanan, komunikasi media, dan lain halnya. Kompetisi yang sengit antara Burger King, McDonald’s, dan Wendy’s ini disebut juga sebagai “Battle of the Burgers”. Burger King sempat memiliki kinerja baik yang tercermin dari naiknya market share dan penjualan dari 750.000 menjadi 1 juta dollar pada saat itu termasuk rating konsumen yang meningkat. Namun kemudian terhambat oleh gugatan McDonald’s dan Wendy’s pada iklan Burger King.

Sampat saat ini Burger King masih berusaha untuk mengambil alih tahta pemimpin pasar dalam industri fast food. Burger King kehilangan momentum pada saat industri fast food sedang pesat berkembang dan semua pemain dalam industri sedang giat-giatnya melakukan pelebaran bisnis secara geografis.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus ini adalah agar lebih berhati-hati dalam memilih partner bisnis. Ketidakcocokan dalam memilih partner bisnis dapat mengganggu berjalannya bisnis. Untuk itu kesesuaian misi, cara pikir, dan strategi yang diambil dapat menentukan arah usaha ke depannya.

Artikel ini diadaptasi dari buku Big Brands Big Trouble karangan Jack Trout


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Keberhasilan "Dove" Dalam Membangun Asosiasi Merk Yang Kuat

by : Unknown | Time : 30.7.13 Label: Bisnis



Kita sering melihat iklan Dove bukan, banyak di antara iklan tersebut yang memuat testimonial dari para pemakainya. Ternyata hal ini telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Mungkin ada baiknya bila kita sedikit mengetahui perjalanan merk ini dari awal berdiri.

Dove ditemukan pada masa pasca Perang Dunia II oleh Lever Brothers. Produk ini sendiri ternyata agak berbeda dengan sabun karena mengandung mokelur dengan kadar ph netral, tidak mengiritasi elemen alkaline pada kulit namun dilengkali dengan zat pembersih. Saat digunakan, produk akan memberikan rasa yang berbeda pada kulit ketika digunakan secara teratur.

Dove diperkenalkan secara nasional pada tahun 1957. Produk ini dipositioningkan sebagai pembersih kecantikan (tapi bukan sabun) dengan seperempat dari produk krim pembersih ketika proses pencucian. Krim inilah yang ditonjolkan perusahaan dalam asosiasi produknya, dan sejak tahun 1957 sampai saat ini asosiasi dan positioning ini tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Dalam media promosi, mulai tahun 1969 perusahaan memakai testimoni tatap muka dari para pengguna, pada tahun 1979 mulai diberlakukan tes selama tujuh hari yang memperlihatkan efek penggunaan Dove secara berkelanjutan. Cara ini digunakan untuk meningkatkan efektivitas pada hasil promosi yang diharapkan. Mulai pada tahun 1979, perusahaan juga mengganti istilah “krim pembersih” menjadi “moisturizer cream”.

Salah satu kekuatan dari merk, mereka berhasil mempertahankan kekuatan merk Dove seiring dengan harga relatifnya. Hasil lainnya juga tercermin pada tahun 1987 dimana pangsa pasarnya mencapai 9 persen namun pangsa pasar dari segi finansial mencapai 13.8%. Hal ini menunjukan bahwa Dove berhasil menjual produknya dengan harga yang premium.

Asosiasi dan persepsi konsumen terhadap produk dibangun selama bertahun-tahun. Dove berhasil membangun “cerita” nya dengan konsumen dengan usaha komunikasi yang konsisten. Sebagai gambaran ada banyak konsumen yang telah menyaksikan iklan Dove sebanyak 600 kali dalam kurun waktu 30 tahun yang mendorong penggunaan produk ini oleh konsumen. Oleh karena itu, kompetitor sulit untuk melakukan imitasi dengan mengeluarkan produk dan positioning yang mirip dengan Dove. Pesaing sulit melakukan perlawanan yang kuat pada Dove meskipun telah melakukan terobosan produk.

Dove sebenarnya telah mencoba melakukan brand extension dengan mengeluarkan produk pembersih piring. Produk ini dapat bertahan namun tidak dapat sukses di pasaran. Rupanya asosiasi krim dari Dove tidak dapat membantu banyak produk pembersih piring. Hal ini menunjukan bahwa meskipun fungsinya sama yaitu alat pembersih namun kategori produk dan penanganan produk tidak dapat disamakan

Artikel ini diadaptasi dari buku Managing Brand Equity karangan David A.Aaker



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

“Sengsara Membawa Nikmat” Dalam Komunitas

by : Unknown | Time : 30.7.13 Label: Bisnis



Aceh itu sering diumpamakan seperti rumah besar tapi pintunya kecil. Kenapa? Karena masuknya susah. Tapi, kalau sudah sekali masuk akan lega rasanya.

Saya sendiri beberapa tahun yang lalu, pernah berkunjung ke Aceh dan merasakan itu. Datang dengan perasaan was-was. Apalagi waktu itu masih belum jadi Daerah Otonomi Khusus seperti sekarang. Tapi, setelah selesai dengan seminar sehari di Banda Aceh, perasaan saya jadi lain.

Orang Aceh ternyata sangat hangat dan lembut hatinya. Dan, saya baru tahu waktu itu ternyata konon ACEH itu singkatan Arab, China, Europa, dan Hindustan. Jadi, itu menunjukkan bahwa sejak dulu Aceh yang terlihat homogen dari luar, sebenarnya sangat plural. Aceh ternyata juga sudah biasa terbuka pada orang luar.

Persepsi saya berubah total ketika sempat berkunjung ke Sabang dan mampir di Lagoy Beach yang sering disebut Blue Lagoon. Pantainya indah dan banyak bule yang stay di tree house. Wow!

Begitu mau balik, saya sangat terharu ketika ada farewell dengan sebuah acara yang mengharukan. Cerita ini adalah perlambang pas seperti Anda mulai masuk ke sebuah komunitas. Susah masuknya karena anggota yang ada pasti curiga lebih dulu. Begitu juga Anda yang harus waspada ketika mulai masuk. Tapi, begitu berhasil masuk, semuanya akan jadi enak.

Teman saya yang saya ceritakan kemarin juga begitu. Sebelum masuk ke Komunitas Taichi, dia agak was-was karena dia orang Minang asli. Dia harus mengerti dulu VIP (Values, Identity, Personality) dari Komunitas Taichi itu yang bukan budaya Padang. Tapi, setelah berada di dalam, dia merasa sangat nyaman. Semua ternyata menyambut dia sebagai teman.

Nah, kalau sudah jadi teman, klarifikasi tentang siapa dia sebenarnya jadi gampang. Ketika dia menjelaskan bahwa tiap tiga bulan sekali, kulakan branded bags ke Paris dan Milan, malah mereka semua mau titip. Jadi gak usah jualan! Hanya perlu perlihatkan foto-foto barang terbaru yang dibawa.

Barang yang sama, apalagi kalau mahal, lebih meyakinkan kalau dibeli dari seorang teman. Alasannya, ada TRUST di antara sesama anggota Komunitas. Trust ini menjadi syarat utama dari sebuah komunitas yang efektif. Kalau Anda tidak bisa dipercaya di sebuah komunitas, Anda akan “habis”. Bahkan, lebih baik keluar dari komunitas.

Tapi, kalau Anda benar-benar dipercaya, harga jadi masalah kedua. Karena orang sudah percaya duluan akan kualitas atau originalitas dari produk yang dijual. Itulah yang namanya “Sengsara membawa Nikmat” dalam komunitas.

Bagaimana pendapat anda? Apakah anda masih ragu-ragu atau mungkin takut untuk bergabung di sebuah komunitas? Tepis keraguan anda dan mulailah terjun kedalam komunitas untuk memperluas market bisnis anda.




Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Mengintip Sistem Business Intelligent Audy

by : Unknown | Time : 30.7.13 Label: Bisnis



Bila dilakukan dengan baik, business intelligence dapat dipergunakan dengan baik dalam pengambilan keputusan perusahaan. Salah satu contohnya adalah Audi yang sekian lama telah menggunakan teknologi baik dalam operasionalisasi dan juga pengembangan produk perusahaan. Untuk memperbaiki efisiensi dalam perakitan mobilnya, Audi berusaha mengoptimalisasi penggunaan database perusahaan untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Sebagaimana yang kita ketahui, Audi menyasar pasar mobil mewah di berbagai negara. Perusahaan memprioritaskan pengembangan teknologi, keamanan, desain, dan visi premium. Audi selalu berusaha mencari cara untuk memperbaiki efisiensi produksi namun juga mengutamakan kualitas pelayanan konsumen. Karena setiap unit produksi dibuat berdasarkan pemesanan terlebih dahulu sesuai dengan keinginan konsumen, maka Audi menggunakan sistem intelligence agar dapat mengontrol sistem produksinya dengan baik sehingga produk dipastikan sampai ke tangan konsumen tepat waktu. Sistem intelligence ini dapat memberikan gambaran perubahan tren permintaan konsumen dan tentu saja akan berpengaruh pada sektor produksinya.

Audi mencoba mengadakan survei besar-besaran mengenai tingkat kepuasan konsumen di tahun 1999. Riset ini cukup memberikan tantangan pada perusahaan karena perlu mengakses database konsumen, melalui proses yang cukup memakan waktu, dan berbiaya tinggi. Hasil riset ini menunjukan bahwa 95 persen konsumen menyatakan berniat membeli mobil dengan model yang sama. Mengetahui hal ini, Audi sadar bahwa mereka membutuhkan akses yang lebih baik lagi pada informasi ini. Audi berkomitmen untuk memperbaiki metode pengumpulan data, proses analisa, dan peningkatan investasi pada business intelligence-nya.

Setelah berjalan dengan baik, sistem ini memungkinkan perusahaan dapat beroperasional dengan baik. Semua departemen dalam perusahaan dapat memanfaatkan sistem ini dengan baik. Misalnya seperti departemen research and development yang memanfaatkan hal ini untuk melakukan evaluasi pada desain baru, memperbaiki keputusan, dan meneliti target di pasar yang lain. Informasi ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan konsumen agar produk perusahaan lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen

Artikel ini diadaptasi dari Business Intelligence karangan Elizabeth Vitt, Michael Luckevic, dan Stacis Misner



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Tips Sukses Mengelola Bisnis Wedding & Event Organizer

by : Unknown | Time : 30.7.13 Label: Bisnis



Memulai dan mengelola sebuah usaha adalah sesuatu yang luar biasa. Banyak hal yang akan kita alami dan di setiap peristiwa terkandung sebuah makna yang jika disadari akan menghantarkan kita untuk terus maju meraih kesuksesan.

Sebagai wirausaha yang memulai segala sesuatunya dari awal, saya merasa beruntung dapat berbagi dengan orang lain yang sekiranya sedang menjalankan sebuah usaha atau mereka yang mencari nilai – nilai lain untuk merubah kehidupan mereka ke arah yang lebih baik. Apa yang saya tuliskan ini berasal dari pengalaman pribadi saya dan juga pengalaman orang lain yang saya renungi dan terapkan. Semoga ada sedikit manfaat dan inspirasi yang bisa diperoleh untuk melakukan perubahan.

Beberapa tips yang dapat diterapkan untuk meraih kesuksesan dalam mengelola bisnis Wedding & Event Organizer adalah sebagai berikut:

Positive Thinking dan Semangat Pantang Menyerah

Pikiran yang positif dan semangat pantang menyerah sangat diperlukan dalam menjalankan usaha ini. Terkadang tidak selalu sebuah event berjalan sesuai dengan rencana dan tentunya hal tersebut menimbulkan kekhawatiran di benak seorang event organizer. Semua itu bisa dihilangkan dengan tetap berpikiran positif sepanjang event; seperti apapun perubahan rencana atau situasi di lapangan, janganlah menjadi panik dan tetaplah berpikir positif bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar.

Saat kita menjawab email client yang mempunyai keinginan menyelenggarakan wedding atau event di Bali, kita harus berpegangan kepada pemikiran positif ini bahwa client tersebut akan setuju mempercayakan event-nya kepada kita. Saya pernah melihat sebuah tayangan motivasi yang dibawakan Jack Canfield; dia menyebutkan tentang seorang olahragawan baseball yang terkenal. Saat olahragawan tersebut diberikan pertanyaan, “Seberapa sering anda berharap bahwa pukulan anda akan mengenai sasaran”, olahragawan tersebut menjawab, “Setiap saat. Setiap saya memukul, saya percaya bahwa pukulan saya akan mengenai sasaran”. Itulah pemikiran positif yang dia miliki yang dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilannya dalam memukul bola dan apabila sesuatu yang kita lakukan belum berhasil, cobalah terus menerus dan jangan menyerah. Bersemangatlah!

Be Creative and Open Minded

Segala sesuatu apabila dilakukan dengan kreatif dan dengan dilandasi pemikiran yang terbuka akan menemui hasil berupa kesuksesan. Demikian pula dengan usaha Wedding & Event ini, kreativitas sangat menunjang keberhasilan kita karena kita akan berhadapan dengan banyak orang yang memiliki need and want berbeda – beda dan bagaimana kita dapat mengakomodasi keinginan mereka? Disinilah kreativitas ini diperlukan. Dalam pemasaran, kreativitas juga sangat menunjang keberhasilan aktivitas pemasaran kita. Terkadang dalam berusaha kita menemui hambatan atau tantangan dan dengan kreativitas inilah kita bisa melewati hambatan dan tantangan tersebut.

Pemikiran terbuka membuat kita sukses dalam berinteraksi dengan banyak orang dan dalam menghadapi berbagai situasi. Dalam wedding & event, trend dan pelayanan akan selalu berkembang dan dengan pemikiran terbuka kita akan mampu beradaptasi dan memanfaatkan hal – hal tersebut demi kesuksesan kita.

Jangan Menunda Pekerjaan dan Selesaikan Setiap Pekerjaan Dengan Cepat dan Tepat

Bidang usaha ini berkaitan dengan aktivitas di lapangan dan di dalam ruangan. Aktivitas di lapangan dapat berupa menangani wedding ceremony atau event, melakukan inspection ke event-venue, menghadiri pertemuan dengan client atau partner, mengurus dokumen yang berkaitan dengan pernikahan ke Instansi Pemerintahan atau Konsulat suatu Negara dan sebagainya. Sedangkan aktivitas di dalam ruangan dapat berupa menjawab email dari client atau partner, menyiapkan meeting atau event, briefing team untuk suatu event dan lain-lain. Kedua aktivitas diatas sangat menyita waktu kita yang berharga dan salah satu caranya menanganinya adalah jangan menunda pekerjaan dan menyelesaikan tiap pekerjaan dengan cepat dan tepat agar kita tidak perlu mengulang kembali pekerjaan itu. Waktu itu sangat berharga dan kita perlu mengaturnya agar pemanfaatan waktu kita benar-benar baik. Kehidupan kita tidak sepenuhnya tentang pekerjaan, masih ada hal lain yang harus kita penuhi seperti makan, beristirahat, berkumpul dengan keluarga, melakukan hobby, atau mengisi diri dengan pengetahuan dan skill yang baru dan yang paling penting adalah berdoa. Time management sangat berperan dalam hal ini dan tips diatas adalah salah satu komponennya. Kita harus bisa menentukan skala prioritas terhadap setiap hal agar kita tidak kekurangan waktu dan kita masih memiliki waktu untuk melakukan hal lain demi keseimbangan hidup.

Be Punctual and Accurate

Wedding dan Event adalah kegiatan yang berkaitan dengan waktu dan dalam hal ini anda harus cerdas mengatur waktu agar semua aktivitas berjalan dengan tepat waktu. Keakuratan dalam mengatur susunan acara sangat berpengaruh dalam kelancaran suatu event. Saat mengatur susunan acara ini anda harus mempertimbangkan banyak opsi dan resiko dari setiap plan, misalnya yang berkaitan dengan penjemputan pengantin, anda harus menganalisa jarak tempuh, waktu kehadiran dan kondisi jalan saat itu agar aktivitas itu dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu susunan rencana selanjutnya.

Lakukan dengan sepenuh hati

Wedding Organizer adalah “Heart Bussiness” oleh karena itu dalam melayani client kami melakukannya dengan sepenuh hati dan slogan yang kami gunakan juga adalah “Let Your Heart Be Mine and Mine Be Yours” karena esensi dari sebuah wedding adalah pertukaran rasa cinta kasih yang bersumber dari hati seseorang. Jadi di bidang ini, semuanya adalah tentang hati, dan saya rasa di semua bidang usaha adalah tentang hati. Apapun itu lakukanlah dengan sepenuh hati; “Put your heart forward to win the heart of client”, hal ini juga berlaku untuk partner-vendor agar semua melakukan tugas dan fungsinya dengan sepenuh hati.

Visi Yang Jelas

Visi atau penglihatan yang jelas sangat menentukan kesuksesan sebuah usaha. Dengan visi yang jelas anda tahu ke arah mana anda akan melangkah dan bagaimana perusahaan akan dikelola. Tanpa visi yang jelas, anda tidak akan dapat menentukan tujuan anda dan anda akan berjalan tanpa arah. Tentukanlah visi anda dalam berusaha dan peganglah visi tersebut dengan teguh.

Rules of 5

Untuk dapat terus bergerak maju, setiap hari seseorang harus terus melakukan hal – hal baru yang menunjang keberhasilannya. Saat memulai dan menjalankan usaha ini, saya beruntung dapat membaca buku yang ditulis oleh Jack Canfield yang berjudul “Success Principle”. Disana disebutkan tentang 5 kegiatan baru yang dilakukan setiap hari secara terus menerus dan apabila ini dilakukan dengan disiplin dan komitmen, setiap aktivitas tersebut akan menggerakan anda dan usaha anda terus maju dan meraih sukses.

Follow Excellence, Success Will Chase You

Saat menangani sebuah event atau wedding, tidak semua client memiliki budget yang tinggi, dan pada saat inilah kita akan dihadapkan oleh pilihan apakah akan menerima inquiry tersebut atau akan menolaknya. Yang saya lakukan adalah saya akan bernegosiasi dengan client dan menjelaskan perkiraan minimum budget untuk sebuah event. Dan apabila kita setuju untuk membantu penyelenggaraan event dengan budget minimum itu, kita harus memberikan yang terbaik karena dengan memberikan yang terbaik kesuksesan akan mengejar kita. Janganlah mengerjakan sesuatu dengan terlebih dahulu melihat besar kecilnya benefit yang kita dapatkan tapi berikanlah yang terbaik, seperti kalimat yang saya lihat di film 3 Idiots yang berbunyi “Follow Excellence, Success Will Chase You”. Saya sempat tertegun dan merenung saat melihat kalimat itu. Untuk melaksanakan event atau hal apapun itu berpeganglah pada prinsing “Follow Excellence, Success Will Chase You”.

Do What You Love and Love What You Do; Be Inspired of it

Untuk meraih kesuksesan dalam sebuah bidang usaha, seseorang harus melakukan apa yang dia cintai dan apabila dia masih dalam proses menemukan bidang usaha apa yang dia cintai, dia harus berusaha mencintai apa yang saat ini dia jalani.

Saya pribadi memang senang melihat seseorang menikah karena saya sering merasakan sebuah getaran dan perasaan bahagia yang sulit saya gambarkan, dan walaupun saya telah membantu pernikahan sejumlah pasangan, saya tetap merasakan getaran dan rasa bahagia itu saat berada di tengah acara pernikahan. Inilah yang dikatakan oleh setiap orang sebagai passion dan saya percaya bahwa getaran dan rasa itu tetap hadir karena saya mengerjakan apa yang saya cintai dan saya memang mencintai bidang ini sehingga saya terus mengalami rasa yang baru dan terinspirasi olehnya.

Luangkanlah Waktu Sejenak Untuk Merenung dan Berdoa

Kita bukanlah seseorang yang paling sempurna atau hebat. Jangan sampai semua pencapaian kita membuat kita menjadi orang yang arogan dan takabur. Tetaplah ingat bahwa di atas langit ada langit. Tetap ada seseorang yang lebih hebat dan lebih sukses daripada kita. Jangan sampai segala tindakan kita dapat menyakiti orang lain. Sesaat sebelum anda tidur atau saat beristirahat dari pekerjaan adalah waktu yang paling baik untuk merenung. Perhatikanlah apa saja yang telah kita alami selama satu hari dan pelajaran apa yang bisa kita petik dari masing – masing peristiwa .

Berdoa membuat seseorang memperoleh energi yang luar biasa, karena dengan berdoa kita menghubungkan diri dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, sumber dari segala sesuatu. Berterimakasihlah dan bersyukur atas semua yang telah kita alami, karena semua itu adalah karunia Tuhan. Ceritakanlah semua yang kita alami dan mohonlah jalan terang atas semua hambatan yang kita alami. Tuhan mendengar doa kita dan sangat mencintai setiap orang yang berserah diri kepada-Nya.


Artikel ini ditulis untuk kontes Youth Startup Icon



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kamis, 25 Juli 2013

Sayang Anak!! - Buktikan Dong... Jangan Cuma Ngomong Aja

by : Unknown | Time : 25.7.13 Label: ASURANSI & Perencanaan Keuangan



Orang tua mana yang tidak sayang kepada anaknya? Bahkan paman saya yang pengangguran pun masih tetap menyekolahkan anaknya di sekolah bermutu alias mahal.

Begitu juga saya, dan orang tua lain pada umumnya, berupaya menjadi seorang nasabah asuransi yang baik, tidak menunggak, supaya kehidupan anak saya nantinya lebih terjamin.

Sebagai manusia dewasa yang bertanggung jawab, kita tentu harus menyiapkan masa depan yang terbaik untuk anak-anak kita. Ketika kita tua dan pensiun, anak kita masih bisa meraih cita-cita untuk sekolah di lembaga pendidikan yang terbaik, dan lulus dengan prestasi yang sangat memuaskan.

Ketika hal itu terjadi, lunas sudah semua jerih payah kita selama ini. Kebahagiaan pasti melingkupi keluarga kita semua.

Namun, apa jadinya ketika sesuatu hal yang buruk terjadi di tengah-tengah perjalanan hidup kita? Jangan-jangan cita-cita untuk menyekolahkan anak menjadi bubar… Padahal, ketika anak kita sedang dalam puncak energinya, kita justru semakin tua dan semakin lemah.

"Asuransi bisa menjadi malaikat penyelamat impian kita semua, asalkan kita melakukannya dengan benar."

Tentu saja kita tidak boleh 100% bergantung kepada hasil investasi Unit Link, misalnya. Sebagai orang tua, kewajiban kita adalah mencari nafkah dan mendidik anak. Dan doa kita adalah tetap sehat dan bugar sampai tua.

Jika kita menyimak kisah nyata sebelumnya, mudah-mudahan hati kita terketuk, untuk senantiasa menyayangi keluarga kita, terutama anak-anak.

Jangan sampai kita meninggalkan keluarga kita dalam keadaan miskin!
Sayangi anak, dan luruskan cita-citanya. Siapkan perlindungan yang baik bagi anak kita, jika sewaktu-waktu kita tidak mampu lagi menjaga mereka.
Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Sharing & Consultation:
PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)

HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas 



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

When??? - Cinta Saja Tidak Cukup!! Manusia Perlu Makan & Masa Depan Yang Cerah

by : Unknown | Time : 25.7.13 Label: ASURANSI & Perencanaan Keuangan



Pertanyaan sepele yang jawabannya justru serius nih. Kapan kita harus punya asuransi?

Mengingat taraf hidup masyarakat Indonesia masih rendah, tentu tidak semua orang bisa membayar premi asuransi. Padahal semua orang perlu asuransi, baik itu kesehatan maupun jiwa.

Jika saya sekilas melihat usia pekerja di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Denpasar (masih ada kota besar lain seperti Ujung Pandang, Kendari, Balikpapan dst), yaitu antara usia 20-55 tahun, maka waktu terbaik untuk memiliki asuransi bagi diri sendiri adalah di usia 21 tahun sampai 40 tahun.

Mengapa?

Alasan pertama adalah, usia 21 tahun sudah dianggap mature atau dewasa secara fisik mental dan pikiran, dan sudah ada yang bekerja sehingga orang itu memiliki penghasilan pribadi.

Alasan kedua, di usia 21 tahun, kondisi fisik rata-rata orang masih dalam keadaan sangat prima, sehingga mudah untuk mengajukan SPAJ, dengan premi rendah namun memiliki manfaat tinggi. Semakin tua usia kita, semakin tinggi premi namun manfaat mulai terbatas.

Alasan ketiga, menabung adalah hal tersulit yang harus dilakukan di usia tersebut, karena tuntutan gaya hidup yang serba konsumtif. Jika kita sudah bisa mengelola pikiran kita untuk masa depan yang terbaik, tentu asuransi merupakan elemen yang harus segera dilengkapi sebelum berumah tangga dan memiliki keturunan.

Saya ingat apa yang dikatakan trainer / pelatih saya di seminar fast start, yaitu: di usia produktif mulai 21 tahun sampai 40 tahun, manusia cenderung produktif juga untuk menghasilkan banyak utang. Mulai utang kartu kredit, utang kendaraan bermotor, rumah serta barang konsumtif seperti komputer pribadi dan telepon genggam, serta gaya hidup modern yang ingin selalu eksis.

Bayangkan jika terjadi sesuatu di jarak usia tersebut, maka sebuah keluarga bisa terpuruk karena utang belum lunas di sana sini, belum lagi untuk biaya makan sehari-hari dan juga biaya sekolah anak.

Padahal semakin ke depan, semakin banyak orang muda yang kena penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, paru-paru akibat merokok, gula darah dan lain-lain. Anda tentu ingat alm. Gizka yang meninggal karena kanker otak, di usia yang sangat muda, sehingga meninggalkan anaknya yang masih bayi.

Dan yang paling menyedihkan adalah, alm Gizka belum memiliki polis asuransi sama sekali. Bahkan Dewi Yull harus menjual hasil lukisan alm. Gizka supaya bisa menabung untuk cucunya.

So, kapan kita harus punya asuransi? Tentu saja secepatnya. Ini perlu kesadaran dari diri kita sendiri untuk mencintai keluarga kita. "Cinta saja tidak cukup karena manusia perlu makan dan masa depan yang cerah."

Jangan tunda lagi, segera miliki polis asuransi ketika kita masih sehat, karena kesehatan memang mahal harganya.

Sharing & Consultation:
PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)

HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Rahasia Sukses Jokowi - Dare To Be Different

by : Unknown | Time : 25.7.13 Label: Sukses



Mengapa Jokowi, sosok sederhana dari kota kecil bisa memimpin Jakarta? Salah satu kunci kesuksesan Jokowi adalah karena Jokowi tampil beda dibandingkan pejabat-pejabat lainnya. Sementara kebanyakan pejabat tinggi bersifat arogan, Jokowi tampil "Down to Earth". Sementara kebanyakan pemimpin susah didekati, Jokowi justru blusukan dan langsung terjun ke masyarakat kelas bawah. Sementara pemimpin daerah suka memanfaatkan kedudukan dan jabatan, Jokowi memilih fasilitas sederhana, seperti tetap menggunakan mobil dinas keluaran tahun 2002 saat menjabat Walikota Solo, memilih naik pesawat kelas ekonomi, tak mau ada voojrider yang mengawal mobil dinasnya. Dan yang paling mencengangkan, selama menjabat walikota Solo, beliau tidak pernah mengambil gajinya!

Sudah terlalu sering kita mendengar jurus sukses "Dare to be Different". Mengapa kita harus tampil beda? Manusia pada dasarnya sudah jenuh dan bosan dengan yang itu-itu saja. Jadi, ketika ada sesuatu yang baru, yang berbeda dari biasanya, maka hal tersebut akan menyedot perhatian banyak orang. Dari situlah biasanya kesuksesan datang. Tak bisa dipungkiri, sosok Jokowi yang sangat berbeda dari pemimpin kebanyakan, membuatnya terlihat dan menonjol. Itulah yang membuatnya sukses memenangi pilgub Jakarta.

Jika ingin sukses, kita harus berani terlihat menonjol. Ini berlaku dalam hal apapun juga. Baik jasa, produk, kualitas, dan semua bisnis kita harus terlihat menonjol. Perhatikan bintang-bintang di langit. Bintang yang menarik perhatian adalah bintang yang pendar cahayanya lebih kuat dibandingkan dengan bintang lainnya. Jangan selalu mengartikan bahwa membuat diri terlihat menonjol berarti kita jadi sombong. Tentu itu dua hal yang sangat berbeda.

"JIKA INGIN TERLIHAT MENONJOL MAKA KITA HARUS BERANI TAMPIL BEDA!"

"Orang sukses akan berkreasi menciptakan sesuatu yang baru, yang beda dari yang sudah ada... Sementara orang gagal kebanyakan hanya menghargai hasil karya orang lain dan berusaha untuk tampil seperti mereka."



 
Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jumat, 19 Juli 2013

Sanggupkah Anda Menjual Sisir Kepada Biksu?

by : Unknown | Time : 19.7.13 Label: Inspirasi



Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR dan anda diberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara (yang semua kepalanya gundul) -- Bisakah anda melakukannya? Apa jawaban anda ?

Tidak mungkin, itu mustahil.

Itulah yang sering terjadi pada kebanyakan orang. "Menyerah sebelum berperang"

Meskipun ada banyak orang yang menyerah, pasti ada sebagian kecil orang yang akan bertahan & mencoba untuk berusaha. Kita misalkan Mr. A, Mr. B, Mr. C

Pimpinan perusahaan memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."

Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.

Pimpinan perusahaan bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
"Hanya SATU."
"Bagaimana caranya anda menjual?"
" Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."

Mr. A adalah tipe orang yang pasrah pada keadaan.

Pimpinan perusahaan bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
"SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."

Mr. B adalah tipe orang yang pandai melihat dan memanfaatkan peluang

Kemudian, Pimpinan perusahaan bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
"SERIBU buah!"
Si pimpinan dan dua orang yang lain terheran-heran.
"Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana . Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"

Mr. C adalah tipe orang yang pandai menciptakan peluang

Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
"Pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah."

Dalai Lama berkata : "Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah." 

Jika anda adalah orang yang optimis & berani menerima tantangan untuk mengejar Financial Freedom, mungkin andalah Mr. C  yang sedang kami cari-cari untuk bergabung di Tim kami.

@DiaryMedan
pin:26EEDEF4 / 085262184411






Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Rabu, 17 Juli 2013

Mimpi Menjadi Kaya dan Membantu Sesama

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: Sukses



Setiap agen asuransi memiliki mimpi menjadi kaya. Tanpa mimpi menjadi kaya, menjual asuransi akan seperti mendorong mobil tak beroda. Uang, bagaimana pun, tetap merupakan sumber motivasi yang sangat ampuh bagi kebanyakan orang. Tak terkecuali saya.

Sejak menjadi agen asuransi, saya pun mulai punya mimpi menjadi kaya. Tadinya tidak. Bukan tidak ingin, tapi memang tidak tahu dan tidak terbayangkan caranya.

Tapi melalui bisnis asuransi, cara dari mana kekayaan itu datang tergambar dengan amat jelas. Sistemnya sederhana dan realistis untuk dicapai. Yang perlu saya lakukan hanya dua, yaitu: menjelaskan manfaat asuransi kepada masyarakat, dan merekrut agen seperti saya setiap tahun sebanyak yang saya bisa. Itu saja. Dan tentu disertai doa kepada Tuhan. Dalam tiga sampai lima tahun mendatang, segalanya akan berubah bagai bumi dan langit.


Tapi kekayaan bukanlah tujuan akhir. Bagi saya, kekayaan adalah jalan menuju mimpi saya yang berikutnya: kemampuan membantu sesama. Uang bukan segalanya, tapi banyak hal tidak bisa dilakukan tanpa uang, termasuk membantu orang lain.

Memangnya berapa penghasilan seorang agen asuransi yang sukses, sehingga cukup untuk melaksanakan semua mimpi? Potensinya adalah tidak terbatas. Dalam 10 tahun, saya berharap bisa melebihi penghasilan seorang Lionel Messi atau Ronaldo di sepakbola. Setelah itu, menjajari Jusul Kalla, Chairul Tanjung, Hary Tanoe, dan para pengusaha papan atas Indonesia.


The More You Give, The More You Get


2012 merupakan tahun pertama saya berbisnis di bidang asuransi. Saya tidak punya latar belakang bisnis, bahkan dulu bisnis merupakan bidang yang tidak saya sukai karena saya anggap seorang pebisnis itu hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri.

Tapi sekarang saya menyadari satu kebenaran klasik: keuntungan untuk diri sendiri lebih mungkin diraih jika kita memberikan keuntungan terlebih dahulu kepada orang lain. The more you give, the more you get. Semakin banyak memberi, semakin banyak menerima. Seorang pebisnis yang sukses (dan karena itu menjadi kaya) adalah orang yang telah memberikan banyak keuntungan kepada orang lain.

Oleh karena itu, jika saya ingin menjadi kaya, saya harus membantu banyak orang menjadi kaya pula. Caranya dengan memperkenalkan bisnis asuransi kepada sebanyak mungkin orang dan membantu mereka menjadi agen yang sukses. Amin....

Bergabunglah bersama kami & wujudkan mimpi-mimpi anda:
PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas


Baca Selengkapya... »»  
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Dahsyatnya Pekerjaan Yang Tidak Pernah Di'Cita-Cita'kan

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: Bisnis


 

Pada waktu kecil pasti kita pernah di tanya sama orang tua, saudara atau kerabat, KALAU BESAR MAU JADI APA? pasti jawabannya jadi DOKTER, INSINYUR, POLISI tapi NGGAK PERNAH ADA yang menjawab "AKU INGIN MENJADI AGEN ASURANSI".

Setiap mahasiswa yang lulus dari universitas, pasti tidak ada yang pernah berfikir untuk melamar menjadi Agen Asuransi. Yang terfikir dibenaknya adalah melamar ke beberapa perusahaan besar atau mengikuti tes CPNS. Harusnya... pekerjaan Agen Asuransi menjadi pilihan SEKSI yang perlu mereka perhitungkan juga.

Ok..... langsung saja......

Berapa sebenarnya Income Menjadi Agen Asuransi?????
Berapa penghasilan Anda pertama kali ketika anda mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar?????? Berapa kenaikan gaji Anda setiap tahunnya??????


Mari kita bahas satu persatu.

Pertama.... Cerita teman saya (sebut saja Anton) Waktu pertama kali bekerja tahun 2000 Anton mendapatkan gaji pertama dari kontrak yang Anton tanda tangani sebesar 2Jt/bulan itu juga masih dipotong, ada Jamsostek, Pajak dll, inti gaji yang Anton terima sekitar Rp. 1,8Jt. harus diakui ini adalah merupakan pengasilan yang sangat luar biasa.

Kedua.... Setelah bekerja selama satu tahun Anton, mendengar bahwa akan ada kenaikan gaji, dalam banyangan Anton sangat senang sekali dan sudah tidak sabar menunggunya, dan akhirnya Anton mendapatkan surat dari HRD dan sesuai dengan dugaannya Anton, gajinya naik sebesar 9,6% anggaplah sepuluh 10% Artinya Anton akan menerima tambahan gaji sebesar 2Jt x 10% = 200ribu sehingga menjadi 2,2Jt (belum dipotong).

Nah bagaimana kalau seorang Manager misalnya dengan pengasilan Rp. 10 Juta per bulan?

COBA PERHATIKAN TABEL dibawah ini




BAGAIMANA MENURUT ANDA SETELAH ANDA MELIHAT TABEL TERSEBUT? PASTI ANDA KAGET MELIHATNYA, YA MEMANG ITULAH PENGASILAN MENJADI AGENT ASURANSI.

Apa sebenarnya syarat menjadi AGENT ASURANSI????
Gampang banget... syaratnya:
1. Pria/Wanita sehat jasmani & rohani, bisa baca & tulis
2. Berusia minimal 17tahun (Punya KTP)
3. Mengisi Form Aplikasi Keagenan dan melengkapi data² Pribadi dengan melampirkan Pas Fotho 3×4 2lembar
4.  Melampirkan Foto Copy buku rekening/tabungan halaman depan dimana terdapat nomor rekening
5. Mengikuti Ujian Lisensi AAJI
6. Punya MIMPI yg besar, berani SUKSES & bermental baja
7. Pengalaman, TIDAK diutamakan (karena akan di training)

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi saya di:
PT. Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Penyesalan Selalu Datang di Akhir Cerita

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: ASURANSI & Perencanaan Keuangan



Tiba-tiba telepon Saya berdering,
"Selamat pagi Pak Andika, kira-kira hari ini bisa ketemu dikantor Saya, Pak?"

Nomor telepon dan suaranya saya kenal betul orangnya, kami pernah bertemu di sebuah acara seminar motivasi di kotaku.

"Baiklah Bapak, setelah jam makan siang saya sudah sampai di kantor Bapak, sampai ketemu di sana, terima kasih."

Dalam benak Saya ada apa ya, tumben beliau menelpon saya. Biasanya Saya yang menelpon beliau karena menurut Saya beliau adalah prospek yang "menjanjikan". Sebagai kepala bagian di salah satu bank BUMN tentu cukup bonafide bukan?

Singkat cerita Saya bertemu beliau di lobby kemudian beralih ke kantin di belakang kantor, dekat palataran parkir sepeda motor. Tempatnya cukup teduh dengan menu yang cukup variatif, menarik buat Saya.

Sedikit berbasa-basi. Sejurus kemudian saya bertanya ada apa Bapak sampai menelpon Saya, mendadak sekali. Untung saya sedang tidak ke luar kota.

Dengan sedikit mengunyah makanan beliau bercerita, minggu lalu beliau menjalani medical check-up sebagai syarat kenaikan pangkat. Dari situlah terdeteksi adanya penyempitan pembuluh darah dan berpotensi Stroke. Selain itu bilik kiri Jantung beliau juga "sedikit" bermasalah.

Beliau ingat betul iklan di stasiun TV, salah satu produk OATS yang terkenal itu menyatakan bahwa Jantung & Stroke adalah Pembunuh No. 1, tentu tanpa alasan karena hasil tersebut adalah survey badan dunia yang berkompeten mengurusi kesehatan (WHO).

Aaaaahh Saya tahu maksud si bapak ini, tapi Saya lebih suka untuk pura-pura tidak tahu.

"Lalu bagaimana saran Dokter, Pak?"
"Sementara ini masih berobat jalan, tapi rekomendasinya sih operasi. Jadi maksud Saya telepon mas Andika ini supaya bisa submit asuransi yang tempo hari sempat mas tawarkan ke Saya."

Nah, betul kan? Tebakan saya 100% tidak meleset. Kasus seperti di Atas sering saya temui. Pada awalnya mereka tidak merasa akan membutuhkan asuransi, bagi Saya tidak masalah. Tugas saya adalah berbagi informasi seputar proteksi dan perencanaan keuangan untuk masa depan yang lebih baik. Urusan beli atau tidaknya asuransi itu hak nasabah, bukan hak Saya untuk memaksa mereka membeli.

Rata-rata mereka sadar manfaat asuransi saat sudah betul-betul membutuhkan seperti sakit, biaya sekolah, atau masa-masa sudah mendekati pensiun. Tetapi mereka tidak memahami bahwa asuransi itu "tidak bekerja" serta merta seperti lembaga-lembaga simpan pinjam atau pegadaian. Asuransi bukan badan amal.

Asuransi bekerja berdasarkan waktu, semakin panjang waktu menabung maka biaya asuransi semakin kecil. Korelasinya dengan umur, semakin muda usia semakin murah. Semakin sehat semakin murah. Bagaimana jika sudah sakit?

Masih ada kemungkinan diterima dengan banyak catatan, diantaranya bukan penyakit yang disebabkan oleh keturunan/genetik dan tidak termasuk dalam 49 jenis penyakit kritis diantaranya Jantung, Stroke, Kanker/Tumor, dan Ginjal.

Dengan berat hati saya menolak permohonan si bapak tadi karena sudah terdeteksi di awal sebelum submit aplikasinya. Lain halnya jika pada saat Saya datang tempo hari bapak tanda tangan dan bisa submit segera, tentunya hari ini Saya datang dengan membawa formulir klaim. Bukan begitu?

Penyesalan selalu datang di akhir cerita, untuk itulah saya berbagi cerita dengan teman-teman. Jangan sampai terlambat, jika sudah sakit tidak ada perusahaan asuransi yang mau menerima Anda.

Begitupun jika Anda bermaksud menyiapkan pensiun, semakin dekat masa pensiun Anda maka semakin besar pula nilai tabungan yang harus Anda bayarkan. Mari, mulai kita membenahi pola pikir kita masing-masing bahwa dengan berasuransi masa depan kita lebih berarti, untuk diri kita sendiri dan keluarga tercinta.

Informasi dan konsultasi Saya layani setiap hari, dimanapun Anda berada. Mohon membuat janji terlebih dahulu.

Melayani dengan tulus,

PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Ketika Musibah Datang, Teman & Keluarga Hanya Bisa Membantu Lewat DOA

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: ASURANSI & Perencanaan Keuangan



Didit orangnya ceria sekali, anaknya sudah 2 orang. Didit bukan perokok, seorang pekerja keras, dgn gaji lumayan sebagai Manager di tempatnya bekerja.

Tidak disangka, Tuhan mengambil nyawa Didit pada usia 41 tahun, ketika sedang tidur nyenyak.

Kebayang ga? Dia tidak sakit apapun!!!

Akhirnya, gaya hidup keluarganya berubah drastis. Anak pindah sekolah, semua les dihilangkan, 2 mobil dijual.. paling menyedihkan.. rumah dijual.. :(

Saat ini mereka tdk punya asset sama sekali.. yg ada hanya deposito hasil penjualan rumah, untuk terus menghidupi keluarga kecil itu.

Ingat!! Ketika musibah datang, teman & keluarga hanya bisa membantu lewat doa.

Bagaimana kalau terjadi pada keluarga Anda? kira-kira keluarga Anda bisa minta ke siapa uang pengeluaran per bulan?

Umur manusia ditangan Tuhan.. tapi apa salahnya kalau kita menyisihkan gaji kita utk membeli proteksi bagi keluarga yg kita sayangi.

itu juga kalo sayang! kalo ga... ya gak usah dipikirkan.

Ada yg berkata, "Aku sayang pada keluargaku & aku tahu asuransi itu penting, tapi aku tdk punya budget utk beli asuransi, pengeluaranku besar & gaji pas-pasan"

Ckck... Dangkal amat sih pikiran anda? Jika anda sayang pada keluarga, pasti anda akan lebih memilih beli proteksi daripada uangnya dipake utk hal ga berguna, sperti rokok, jajan anak2, makan diluar, beli baju, kosmetik,dll.

Anda harus beli sekarang! Bukan nanti pada saat sakit.

We Care About You,

PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Renungan Motivasi - Now or Never

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: Motivasi & Pengembangan Diri



Apakah anda seorang pegawai kantoran? Dengan gaji yang memadai, rumah sendiri, mobil relatif baru (walaupun kategori lower-level class) , handphone model terbaru dan lingkungan kantor yang mendukung, menjadikan pekerjaan sebagai pegawai kantoran terasa nikmat dan membahagiakan. Benar bukan? hehehe...

Beberapa bulan yg lalu ketika aku mencari buku di Gramedia, aku terperangah melihat sebuah judul ”Now Or Never”. Wah... judul yang menarik. Make me so courious, untuk membelah isi artikel yang akan diceritakan buku ini.

Kata pertama yang dia keluarkan; ”Kenapa anda bangga dengan diri anda sekarang?” Wah... semakin tertantang diriku untuk membuka lembar selanjutnya.

Next pagenya adalah, laporan keuangan yang secara gamblang dia paparkan. Disitu digambarkan, bahwa si pengarang adalah pegawai dengan gaji 10 juta rupiah sebulan dengan keluarga yang memiliki anak satu, dan lalu dia menjabarkan:

1. Gaji 10.000.000

2. Biaya Hidup;
- Transportasi 750.000
- Uang makanku 500.000
- Makan keluarga 3.500.000
- Cicilan/kontrakan rumah 2.500.000
- Asuransi kesehatan 500.000
- Biaya sekolah anak 500.000
- Hiburan untuk keluarga 500.000
- Uang pakaian 250.000
- Biaya pemeliharaan rumah 250.000
- biaya tak terduga 250.000
- Total Biaya (9.500.000)

3. Simpanan/sisa 500.000

Hahaha... dia tertawa.... ”Apa yang kukerjakan selama setahun penuh hanya untuk 6.000.000 (500.000 x 12 bulan)?”

Terkadang jika ada hal yang mendesak, kita terpaksa harus mengurangi tabungan bulanan. Lalu apakah masih pantas kita membusungkan dada untuk membanggakan kita siapa? Lalu mencari dasi-dasi bagus untuk menempelkannya di dada yang terlalu busung untuk menutupi pandangan mata orang terhadap perut kita yang terlalu buncit hingga malas berkembang dan menutupi kekurangan?

Di artikel ini dia menyentak; ”Apakah ini yang anda harapkan atas diri anda selama anda hidup? Anda di lahirkan dengan sebegitu sempurnanya dengan berbagai keahlian hanya untuk mengabdi menjadi pegawai dan di berikan makan lalu hiburan sebesar 6 juta setahun? Anda tidak semurah itu, maka sekarang hargailah diri anda dan rubahlah mindset anda untuk tidak hanya menunggu orang yang menentukan gaji anda akan tetapi diri anda sendiri. Sekarang bukalah mata anda dan berubah."

Ingat kalau tidak sekarang kapan lagi?

Kata-kata yang sangat menarik membuatku terkagum dan terenyuh melihat dadaku yang masih terlalu busung dan menghalangi mata untuk melihat diri sendiri. Aku terlalu berbesar hati dan terlalu cepat puas dengan apa yang kumiliki sekarang. Sementara di sana ada segenggam emas yang menungguku untuk mengambilnya. Setelah membaca itu aku lalu menutup buku itu dan melangkahkan kaki pulang, dan merasakan angin segar baru merasuk jiwaku bahwa mulai besok aku akan menurunkan kebusungan dadaku, menurunkan kepalaku dan akan merencanakan sesuatu yang lebih baik lagi.

Mudah-mudahan pengalaman ini dapat juga menginspirasi anda untuk menghargai diri anda lebih dari yang bisa dihargai perusahaan atas diri anda yang begitu sempurna.



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kisah Sukses George Charles Boldt - Bekerja Dengan Hati

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: Kisah Sukses



Suatu malam ada seorang pria tua dan istrinya memasuki sebuah lobi hotel kecil di Philadelphia.

"Semua hotel besar dikota ini telah terisi,bisakah kau memberi kami satu kamar saja..?" kata pria tua itu.
Pegawai hotel menjawab "Semua kamar telah penuh karena ada 3 event besar yang bersamaan diadakan di kota ini, tapi saya tidak dapat menyuruh pasangan yang baik seperti Anda untuk berhujan-hujan diluar sana pada pukul 1 dini hari seperti ini, Bersediakah anda berdua tidur dikamar saya..?"

Keesokan harinya pada saat membayar tagihan, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel "Kamulah orang yang seharusnya menjadi bos sebuah hotel terbaik di USA, karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yang mau melayani, mungkin suatu hari nanti saya akan membangunkan sebuah hotel untukmu".

Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar dan berkata “ ah itu sih hal kecil dan sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu sebisa saya “ lalu dia segera melupakan kata-kata pria tua itu, karena dia sadar dirinya hanya seorang pegawai biasa.

Kira-kira dua tahun kemudian, dia menerima surat yang berisi tiket ke New York dengan permintaan agar dia menjadi tamu pasangan tua tersebut.

Setelah berada di New York, pria tua itu mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara Fifth Avenue Thirty - Fourth Street, dimana dia menunjuk sebuah bangunan baru yang luar biasa megah & mengatakan " Itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola ".

Pegawai hotel itu adalah George Charles Boldt, yang menerima tawaran William Waldorf Astor, si pria tua itu untuk menjadi pimpinan dari hotel Waldorf-Astoria, yang merupakan hotel terbaik di dunia.

Ternyata sikap kita dalam bekerja sangat menentukan keberhasilan kita, Bila kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karier/hasil yang kita peroleh akan biasa-biasa saja .

Namun jika kita bekerja dengan hati yang mau melayani orang lain dengan kerelaan , dengan motivasi bahwa pekerjaan kita harus menjadi berkah buat orang lain, maka kita akan memperoleh hasil yang luar biasa..!!



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Tidak Ada Modal Jangan Dijadikan Alasan

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: Bisnis



Sebenarnya langkah pertama yang harus dilakukan untuk menggapai kesuksesan adalah mimpi. Kita harus berani mimpi jadi orang sukses. Banyak temuan hebat & orang sukses yang dimulai dari mimpi.

Seperti kata miliarder Amerika Donald Trump: "if you dream, dream big". Mimpi yang besar, mimpi jadi presiden, jangan mimpi yang kecil2.

Setelah itu buat rencana, dan yang paling penting, segera jalankan rencana anda.

Keluhan yang paling sering dilontarkan orang yang tidak berani bisnis adalah tidak punya modal. Itu salah besar.

Jangan mengeluh tidak punya modal. Uang datang jika ada ide besar dan proyek yang visible. Bill Gates juga tak punya uang, tidak lulus kuliah dan bukan anak orang kaya, tapi dia bisa membuat Microsoft jadi perusahaan besar.

Pikirkan ide yang bagus, lalu yakinkan partner yang punya uang & berkerjasama. Jika partner minta keuntungan lebih besar, itu biasa. Misal semua ide anda tapi hanya dapat 10%. Terima!! 10% masih untung daripada tidak jadi kerjasama & dapat nol %. Jangan lihat kantong orang, jangan lihat untung orang, lihat kantong kita ada penambahan atau tidak.

Dalam bisnis, pasti ada yang namanya masalah. Hadapi masalah itu! Semua pebisnis pasti pernah menghadapinya.

Di saat sulit biasanya sahabat & rekan kita semua lari. Tetap TEGAR. "Jangan biarkan dirimu di tempat gelap, karena ditempat yang gelap bayanganpun akan meninggalkanmu". Jika kita terpuruk, mana ada yg mau berbisnis dengan kita.

Taukah anda masa kecil Lee Myung Bak (Presiden Korea Selatan) sangat miskin dan hanya makan sisa ampas kelapa? Baca Artikelnya di >>> http://diarymedan.blogspot.com/2012/09/lee-myung-bak-presiden-korea-selatan.html?m=0

Tahukah anda, Kolonel Sanders (Pendiri KFC) pernah ditolak 1006X ketika merintis bisnisnya? Baca Artikelnya di >>> http://diarymedan.blogspot.com/2012/11/tips-sukses-sang-pemimpi-terhebat-di.html?m=0

Tahukah anda besarnya rintangan yang dihadapi Nick Vujicic yg tdk punya tangan & kaki (Motivator Kelas Dunia) dalam meraih mimpinya? Baca Artikelnya di >>> http://diarymedan.blogspot.com/2012/10/nick-vujicic-motivator-kelas-dunia-yang.html?m=0

Semoga artikel diatas bisa memberi motivasi dan inspirasi kepada anda dalam meraih kesuksesan

Salam Sukses

Consultation & Sharing:
26EED2F4 / 085262184411
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jangan Ngaku Sayang Kepada Keluarga, Jika Anda Tidak Mempersiapkan Masa Depan & Proteksi Untuk Keluarga Anda

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: ASURANSI & Perencanaan Keuangan



Merasa masih muda dan sehat, saya tidak pernah tergerak membeli asuransi, meskipun agen asuransi lalu-lalang. Alasannya karena saya belum membutuhkannya.

Tapi tanpa kita sadari, ketika kita membutuhkan asuransi, itu sama artinya dengan terlambat. Karena disaat anda membutuhkannya anda tidak akan bisa membelinya lagi.

Satu peristiwa mengubah pandangan saya. Teman saya yg selama ini selalu menjaga kesehatan, menjaga pola makan, tidak merokok & rajin berolahraga, tiba-tiba divonis menderita kanker usus stadium akhir. Ironisnya, istrinya baru saja melahirkan anak pertama. Saat hari yang ditakutkan itu tiba, kata-kata terakhir untuk istrinya adalah ”Saya selamanya sayang kamu. Jaga anak kita baik-baik ya.”

Sungguh tragis & kasihan, dimana istri yg baru melahirkan anak pertama harus menjalankan tugas sebagai ibu untuk mengurus anak & sekaligus tugas bapak sebagai pencari nafkah.

Satu hal yg membuat saya bangga & terkejut, ternyata teman saya meninggalkan warisan yang cukup besar. Meskipun dia merasa yakin badannya sehat, tapi dia tetap mempersiapkan proteksi untuk istri tercintanya.

”Kapan ia menyiapkan semua itu?” tanyaku. ”Sebelum menikah. Katanya supaya bagian dari dirinya bisa terus menjaga saya kalau ia dipanggil duluan.”, ujar istrinya

Dari kasus teman saya itulah saya baru mengerti pentingnya asuransi. Saya bertekad dalam hati: ”Saya ingin meninggalkan lebih dari sekedar kata perpisahan untuk orang yang saya cintai. Seperti almarhum teman saya.” Bahkan sekarang saya memilih jalan sebagai agen, karena saya berharap setiap kepala keluarga juga bisa mempersiapkan masa depan keluarganya seperti yang telah dilakukan oleh teman saya.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda sayang dengan istri, anak & orang tua anda? Jika ya, anda wajib untuk membeli asuransi sebagai wujud cinta anda kepada keluarga.

Melayani dengan tulus;

PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas




Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Belajar Bisnis - Perbedaan MLM & Asuransi

by : Unknown | Time : 17.7.13 Label: Bisnis


Saya beberapa kali mendapat tawaran bergabung di MLM (Multi-Level Marketing). Bahkan ada yang menawarkan gaji pokok + uang makan + transport, tapi saya selalu menolak. Kenapa? Inilah beberapa pertanyaan yang membuat saya tetap mencintai pekerjaan saya sebagai agen asuransi.

1.) Segi Produk

# Apakah produknya merupakan kebutuhan manusia?
>
Saya pilih jualan produk kebutuhan manusia.


# Apakah produknya selalu tersedia?
>
Saya pilih jualan produk yang selalu tersedia kapan saja, mudah memperolehnya seberapa banyak pun permintaannya, tidak terpengaruh musim dan tren, kondisi politik dan ekonomi, maupun ketersediaan bahan baku.


# Apakah produknya bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun?
>
Saya pilih produk yang bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.


# Seberapa menguntungkan penjualan dari produk tersebut?
>
Saya pilih produk yang memberikan keuntungan lebih besar. Keuntungan jual produk asuransi dikenal dengan istilah faktor 24x (1 kali jual produk, komisinya 24 kali, bahkan ada yang sampai 60x)


Produk asuransi memenuhi semua kriteria di atas. Sementara produk MLM, mungkin beberapa kriteria terpenuhi, tapi tidak semuanya.

2.) Segi Perusahaan

# Seberapa besar perusahaannya?
>
Saya pilih perusahaan yang besar dan kuat. Ukurannya antara lain dilihat dari segi aset, penjualan, dan keuntungan.


# Seberapa lama perusahaannya?
>
Saya pilih perusahaan yang sudah lama berdiri, karena hal ini menunjukkan indikasi seberapa lama lagi perusahaan tersebut akan tetap ada.


Perusahaan asuransi tidak ada yang kecil, semuanya besar, bahkan sebagian di antaranya termasuk perusahaan raksasa berskala global, dengan total aset di atas pendapatan domestik bruto suatu negara. Misalnya, aset Allianz sendiri pada tahun 2012 sebesar USD 915,8 miliar (setara Rp 9.000 triliun), sedikit di atas PDB Indonesia tahun 2012 sebesar USD 852,24 miliar. Perusahaan raksasa berskala global itu semuanya telah berumur panjang, bahkan lebih tua dari banyak negara di dunia. Misalnya, Allianz berdiri tahun 1890.
( www.forbes.com/global2000/list )


3.) Segi Bisnis

# Bagaimana prospek bisnisnya?
>
Saya pilih bisnis yang prospeknya bagus, marketnya luas, penghasilan pasif tanpa batas.


# Apakah bisnisnya bersifat jangka panjang?
>
Saya pilih bisnis yang bersifat jangka panjang, bukan bisnis sambil lalu atau proyek sesaat. Bisnis asuransi merupakan bisnis jangka panjang karena dari segi produknya sendiri bersifat jangka panjang (masa bayar asuransi dan masa manfaat asuransi adalah puluhan tahun hingga seumur hidup).


# Apakah marketnya memiliki titik jenuh?
>
Saya pilih bisnis yang tidak memiliki titik jenuh. Di Singapura dan Jepang yang setiap penduduknya memiliki lebih dari satu polis asuransi, banyak perusahaan asuransi raksasa masih bercokol di sana dan tetap memperoleh keuntungan.


# Apakah jaringan bisnis bisa diwariskan?
>
Saya pilih bisnis yang jaringannya bisa diwariskan.


Beberapa MLM mungkin menawarkan fitur ini, tapi yang jadi pertanyaan: apakah para downline masih ada di sana ketika terjadi pewarisan? Jangan-jangan mereka sudah pindah ke MLM lain atau ganti pekerjaan.


4.) Status Profesi

# Bagaimana kejelasan status profesi?
>
Saya pilih bisnis yang status profesinya jelas. Profesi agen asuransi resmi dan diakui oleh negara. Saya bisa tulis di KTP saya pada kolom pekerjaan: Agen Asuransi.


# Bagaimana tanggung jawab dan keterikatan dengan profesi?
>
Saya pilih bisnis yang memiliki tanggung jawab profesi. Agen asuransi diharuskan memiliki lisensi keagenan, dan dia terikat kode etik serta tanggung jawab profesi di bidang asuransi. Ini adalah jenis keterikatan yang baik, bukan keterikatan yang menghalangi kebebasan. Saya tidak mau pindah-pindah pekerjaan ataupun gonta-ganti bisnis, apalagi jadi kutu loncat.


5.) Hal-hal Lain

# Pemasaran lewat internet.
>
Asuransi bisa dipasarkan lewat internet, dan ini membebaskan saya dari kehabisan prospek. Nasabah-nasabah saya adalah mereka yang memang mencari dan membutuhkan asuransi.


# Hubungan jangka panjang.
>
Di asuransi, saya membina hubungan dengan nasabah maupun agen dalam kerangka hubungan jangka panjang. Siapa pun yang menjadi nasabah saya maupun agen di tim saya, harus siap berteman dengan saya seumur hidup. Saya sangat berharap bisa menjadi teman sekaligus sahabat yang baik.


# Keamanan kerja.
>
Di bisnis asuransi, khususnya di ASN (Allianz Star Network), saya memperoleh keamanan kerja dalam arti yang sebenar-benarnya. Saya tidak khawatir dipecat sebagai agen, karena kontrak agen ASN bersifat permanen. Profesi saya diakui negara dan ada lisensinya. Saya tidak khawatir bisnis saya akan surut atau sepi, karena asuransi adalah kebutuhan, dan prospek pasar di Indonesia sangatlah besar. Saya tidak khawatir kehilangan nasabah, karena mereka membeli asuransi dengan kesadaran sebagai kebutuhan. Saya tidak khawatir kehilangan agen, karena mereka pun mendapatkan keamanan kerja yang sama seperti saya. Saya tidak khawatir kehilangan penghasilan saya dan tidak pula khawatir penghasilan saya akan menurun.


# Penghasilan pasif.
>
Semua bisnis jaringan menawarkan penghasilan pasif, yang diperoleh jika sudah punya para downline aktif. Tapi hanya bisnis asuransi yang penghasilan pasifnya sudah diperoleh walaupun belum punya rekrutan, karena adanya faktor 24x. Jika jaringan sudah terbentuk dan aktif, kita bahkan tidak akan mampu membendung datangnya penghasilan pasif yang terus bertambah dan bertumbuh, karena jika sudah mencapai level tertentu, seorang agen asuransi tidak akan berhenti atau pindah ke bisnis lain. Saya melihat diri saya sendiri: walaupun agen saya belum banyak, saya telah memutuskan dengan bulat hati akan tetap beraktivitas di bisnis ini, dan itu berarti penghasilan pasif yang terus-menerus bagi para leader saya. Saya ingin mencapai posisi seperti mereka.


# Membantu sesama.
>
Produk asuransi menyediakan bantuan keuangan di saat orang sangat membutuhkan. Menjual produk asuransi berarti membantu orang dari resiko financial. Selain itu, melalui sistem bisnisnya yang bersifat jaringan, seorang agen asuransi juga membantu para agen lainnya untuk sukses bersama.


# Kesempatan untuk menulis.
>
Asuransi termasuk bidang yang layak untuk ditulis, baik sebagai kajian akademis maupun praktis. Asuransi bisa dihubungkan dengan perencanaan keuangan, ekonomi, investasi, maupun bisnis. Dan saya berniat menulis buku biar dikira ahli asuransi. Sekarang saya sedang mencicil menulis artikel-artikelnya satu demi satu.


# Merasa sangat nyaman dengan apa yang saya kerjakan saat ini, lahir maupun batin, material maupun spiritual, emosional maupun intelektual.
>
Sehari-hari kerja di rumah. Waktu untuk keluarga cukup berlimpah. Calon nasabah datang sendiri. Calon agen juga muncul sendiri. Teman dan kenalan saya bertambah setiap hari. Bebas dari perkara mengutangi dan diutangi. Tidak direpotkan  dengan urusan mengangkut dan menyimpan barang. Sifat pekerjaan saya membantu orang. Penghasilan saya naik setiap bulan. Keamanan kerja terjamin. Saya pun bisa tetap membaca dan menulis.


Jadi, mengapa saya harus melirik bisnis lain?

Kesuksesan, masa depan yang cerah & kebebasan financial hanyalah masalah waktu. Terima kasih buat Leader saya yang telah memperkenalkan bisnis asuransi kepada saya.

085262184411
26EED2F4


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 15 Juli 2013

HABIT is POWER !!

by : Unknown | Time : 15.7.13 Label: Inspirasi



Jaman dahulu ada sebuah kisah dimana suatu hari rakyat bersorak-sorai menyaksikan kehebatan keahlian memanah seorang panglima yang luar biasa. 100 kali anak panah dilepas, semuanya tepat mengenai sasaran.

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, “Panglima memang pemanah hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih.” Panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu.

Tukang minyak menjawab, “Tunggu sebentar!” Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh.

Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut. Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak-sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati dan hormat, tukang minyak di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang diperoleh dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian.”

Dalam kisah ini kita dapat belajar bahwa betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is a Power! Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mugkin menjadi mungkin.

Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses itu hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti: berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, dan tanggung jawab.

Tahukah anda siapa yg dimaksud dengan rakyat? Tak lain adalah anda2 sekalian yang pesimis yang hanya bisa memuji kesuksesan seseorang, pengen sukses tapi tak pernah mencari tahu bagaimana caranya untuk sukses, merasa diri sendiri kurang dan selalu menganggap segala sesuatunya mustahil.

Jika ingin sukses jangan hanya jadi pengikut/penonton. Tapi asahlah kemampuan anda dan jadilah master di bidang tersebut.

Salam Sukses

-------------------------

Jika anda adalah orang yang optimis, mungkin anda yang sedang kami cari untuk bersama-sama meraih mimpi.

Fight for FINANCIAL FREEDOM


Consultation & Sharing:
@DiaryMedan @AllianzNetwork
26EED2F4 / 085262184411
https://www.facebook.com/goresantintaemas




Baca Selengkapya... »»  
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Harus Sukses Demi Membahagiakan Orang Tua

by : Unknown | Time : 15.7.13 Label: Sukses
http://sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/c33.0.403.403/p403x403/261926_424514400946158_1000221200_n.jpg

Di zaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian dimana banyak orang tua yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bekerja, bisnis, dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. Kadang hanya dimasukkan ke panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja.

Bukalah mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua. Mereka justru butuh perhatian lebih, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan.

Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, bekerja siang malam untuk menafkahi dan mendidik kita hingga menjadi seperti sekarang ini.

Coba sesekali kita masuk ke kamar orang tua kita ketika mereka sedang tidur. Tatap wajah mereka yg sudah keriput dan ingat kembali masa kecil kita. Seberapa besar pengorbanan dan cinta yang mereka berikan kepada kita.

Saya yakin di lubuk hati kita yang paling dalam pasti ingin membahagiakan orang tua kita, menemani mereka di hari tuanya dan mewujudkan impian mereka yang mungkin belum terwujud.

Tapi pada kenyataannya kita sering terbentur :
1. Ada waktu, tidak punya uang
2. Ada uang, tidak punya waktu
3. Tidak punya waktu & tidak punya uang

Apakah anda sudah puas dengan kondisi anda sekarang?

Apa yg sudah anda lakukan untuk membahagiakan orang tua anda?

Lalu... Apakah hanya orang s
ukses yang punya banyak uang dan banyak waktu yang boleh membahagiakan orang tua?

Tidak!! Anda juga bisa. Yg diperlukan hanya niat... Katakan pada diri anda: "Saya pasti bisa sukses!"

Raih impian anda... Jangan menunggu sampe semuanya terlambat...


Jika anda adalah orang yang optimis dan ingin sukses di usia muda, anda bisa menghubungi kami di:
26EED2F4/ 085262184411
@DiaryMedan @AllianzNetwork


Tapi jika anda sudah puas dengan kondisi anda sekarang... Silakan lanjutkan kerjaan dan usaha anda. Semoga sukses!!

Sampai jumpa di puncak sukses...
Financial Freedom


Baca Selengkapya... »»  
218 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Author :

Edwin Darias
MindSet Motivator | CREATIVEpreneur OPTIMIZer | Business Tricker
Hp : 08126494008
BB pin: DAEBA62E
____________________________________________
Click this

Follow Our Twitter : @JiwaEntreprener | @MaestroVSI

Follow @JiwaEntreprener Tweets by @DiaryMedan
Follow @MaestroVSI Tweets by @MaestroVSI

Check This !!

  • Friend With Me in Facebook
  • Bisnis VSI Ust. Yusuf Mansur

Arsip Blog

  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (7)
  • ▼  2013 (134)
    • ►  Desember (28)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (30)
    • ►  Agustus (2)
    • ▼  Juli (21)
      • Burger King, Raja Yang Mencari Mahkota
      • Keberhasilan "Dove" Dalam Membangun Asosiasi Merk ...
      • “Sengsara Membawa Nikmat” Dalam Komunitas
      • Mengintip Sistem Business Intelligent Audy
      • Tips Sukses Mengelola Bisnis Wedding & Event Organ...
      • Sayang Anak!! - Buktikan Dong... Jangan Cuma Ngomo...
      • When??? - Cinta Saja Tidak Cukup!! Manusia Perlu M...
      • Rahasia Sukses Jokowi - Dare To Be Different
      • Sanggupkah Anda Menjual Sisir Kepada Biksu?
      • Mimpi Menjadi Kaya dan Membantu Sesama
      • Dahsyatnya Pekerjaan Yang Tidak Pernah Di'Cita-Cit...
      • Penyesalan Selalu Datang di Akhir Cerita
      • Ketika Musibah Datang, Teman & Keluarga Hanya Bisa...
      • Renungan Motivasi - Now or Never
      • Kisah Sukses George Charles Boldt - Bekerja Dengan...
      • Tidak Ada Modal Jangan Dijadikan Alasan
      • Jangan Ngaku Sayang Kepada Keluarga, Jika Anda Tid...
      • Belajar Bisnis - Perbedaan MLM & Asuransi
      • HABIT is POWER !!
      • Harus Sukses Demi Membahagiakan Orang Tua
      • Now Every One Can Be a Milyuner..!!
    • ►  Juni (22)
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (126)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (18)
    • ►  Oktober (50)
    • ►  September (53)

Popular Posts

Category

  • ASURANSI & Perencanaan Keuangan (84)
  • Bisnis (50)
  • Inspirasi (44)
  • Motivasi & Pengembangan Diri (40)
  • Kisah Sukses (27)
  • Sukses (27)
  • Others (14)
  • Beranda
Free Hit Counters
Free Hit Counters
Diberdayakan oleh Blogger.
 

© SUKSES Dunia Akhirat
designed by @JiwaEntreprener | Bloggerized by Edwin Darias | 08126494008 / DAEBA62E