skip to main | skip to sidebar

Jiwa Entrepreneur | SUKSES Dunia Akhirat

Blog ini dibuat dengan tujuan: 1. Memberikan motivasi, tips-tips bisnis, artikel kesehatan, serta artikel unik dan menarik lainnya. 2. Sebagai sarana diskusi dan informasi bagi warga Medan dan sekitarnya. 3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keluarga dan memberikan solusi Financial Planning yang terbaik bagi keluarga 4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan agar kita bisa selalu berada di tengah-tengah keluarga.

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Sabtu, 27 Oktober 2012

Menambah Jumlah Follower Twitter Dalam Sekejap Secara Aman

by : Unknown | Time : 27.10.12 Label: Others



Tips meraih ribuan follower twitter adalah cara ampuh yang sangat diperlukan oleh seorang pengguna twitter agar mendapatkan follower sebanyak-banyaknya. Mungkin seharusnya kalimat ini yang digunakan pada judul posting ini. agar posting ini menjadi lebih menarik. Tapi apa daya dengan kemampuan terbatas blogspot percuma kita mengetik judul yang panjang juka ternyata akhirnya terpotong juga. Karena itu kita harus mengakali judul posting blogspot agar lebih SEO.


Baik kita bahas tips yang dimaksud agar pembaca tidak penasaran. Trik ini sudah saya buktikan sendiri ketika merintis akun twitter @DiaryMedan, yang sampai saat ini ketika tulisan ini dibuat sudah mempunyai 20.000 followers...

Trik memperoleh banyak follower twitter
 

● Perbanyak artikel tentang twitter. Sehingga apabila ada pembaca yang ingin mengetahui trik anda tersebut, maka anda adalah orang pertama yang mereka jadikan follower.
● Undang sahabat atau kenalan anda untuk menjadi follower twitter anda. Informasikan kepada mereka bahwa anda akan memfollower balik mereka agar mereka tidak dirugikan.
● Pasang widget update twitter untuk menarik perhatian pembaca. jika perlu bikin sebuah banner khusus untuk mengundang pembaca blog anda agar menjadi follower.
● Posting tentang pentingnya penggunaan twitter untuk meningkatkan traffik blog. biasanya posting seperti ini akan banyak mengundang perhatian pembaca.
● Mendaftar di layanan Twitter reciprocal (anda memfollow andapun di follow) milik John Chow, bernama Twitter Follower setelah daftar, allow application darinya agar account Twitter anda tersimpan, kemudian klik Submit di nav menu, agar Twitter anda masuk kedaftar feature sehingga seluruh anggota disana dapat mem-follow anda NAMUN INGAT saat submit ada perjanjian bahwa anda harus memfollow balik jika tidak anda akan di UNFOLLOW secara otomatis.
● Bisa juga menggunakan Buzzom untuk memudahkan mencari follower dan melakukan unfollow bagi mereka yang tidak kunjung memfollow anda. Atau dengan cara manual dengan memfollow siapapun yang anda lihat, secara terus menerus selama beberapa hari, setelah itu tunggu mereka memfollow balik, jika tidak maka unfollow mereka dengan gunakan Buzzom.
● Sebarkan link twitter anda di banyak tempat, saat komentar di blog ini, di profile facebook, dan dimanapun, agar mendapat publikasi besar. tapi ingat jangan nyepam, dan lakukan secara wajar
● Aktif di Twitter dengan ikuti jalannya diskusi
● Lengkapi profil Twitter anda agar terlihat lebih bersahabat. dengan profil yang bagus akan membuat pembaca lebih tertarik untuk menjadi follower anda dengan senang hati.
● Follow sebanyak mungkin orang2 terkenal (dengan follower yang banyak) maka jika orang tersebut meretweet salah satu postingan (tweet) anda otomatis account twitter anda akan banyak yang memfollow 


List Account Twitter yang banyak followernya :

" @ladygaga @justinbieber @katyperry @rihanna @britneyspears @shakira @BarrackObama @KimKardashian @taylorswift13 @selenagomez @toptweets @Notebook @NICKIMINAJ @jtimberlake @SnoopDogg @ddlovato @aliciakeys @MileyCyrus @kanyewest @coldplay @MariahCarey @ashleytisdale @AlejandroSanz @ricky_martin @Bible_Time @indrabektiasli @Number10gov @TheOnion @Starbucks @espn @imogenheap @jimmyeatworld @TOMS @mariashriver @GuyKawasaki @TweetDeck @yokoono @threadless @zappos @WholeFoods @ItsLifeNotes @disneywords @LostWords_ @ReIatable @thegooglefact @ohteenquotes @GreatestQuotes @FunnyJokeBook @NasihatSahabat @ZodiacFacts @pepatah @cinema21 @Metro_TV @BillGates @bepe20 @LunaMaya26 @radityadika @afgansyah_reza @vidialdiano @sherinamunaf @agnezmo @kompascom @detikcom @MotivatorSuper @TweetRAMALAN @XSTROLOGY ‏ @funnyortruth @NatGeo @cesarmillan @MTLovenHoney "

Kini anda telah membaca trik lengkap meraih puluhan ribu follower versi beta ini.

Untuk menerapkan salah satu trik diatas, silakan bergabung dengan twitter saya : @DiaryMedan

Saya akan memberikan anda account2 lain yang ga kalah banyak followernya + lebih dari 24 quotes/ kata2 bijak, tips kesehatan, fakta seputar kehidupan dan hal-hal unik setiap harinya, yg diharapkan dapat memotivasi dan memberikan inspirasi bagi kehidupan anda.




Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Boss Dan Nasihatnya

by : Unknown | Time : 27.10.12 Label: Inspirasi

Seorang pria bertamu ke rumah Boss-nya dan ia tertegun keheranan melihat sang Boss sedang sibuk mengangkat air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya hingga bersih.

Pria : “Apa yang sedang Boss lakukan?”
BOSS : “Tadi datang tamu yang minta nasihat. Saya berikan banyak nasihat yang bermanfaat dan mereka tampak puas. Namun, setelah mereka pulang, saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Itulah sebabnya saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.

SOMBONG, penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

- Pertama : sombong oleh materi.
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, lebih terhormat, lebih suci daripada orang lain.

- Kedua : sombong oleh kecerdasan.
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, lebih berwawasan dari orang lain.

- Ketiga : sombong oleh kebaikan.
Kita sering menganggap diri lebih bermoral, lebih beragama, lebih suci, lebih aktif dalam kegiatan sosial, lebih pemurah, lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik adalah semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit terdeteksi. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, tetapi sombong karena kebaikan sulit terdeteksi karena sering hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari periksa hati kita. Karena setiap hal yang baik dan yang bisa kita lakukan, semua karena ANUGRAH & BERKAT TUHAN. Kesombongan hanya akan membawa kita kepada kejatuhan yang dalam. Jangan Lupa,!! Semua yang kita miliki hanyalah titipan saja.

"Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan."
 
 
 
Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kebijaksanaan Dalam Memperbaiki Masalah Hubungan Mertua Dan Menantu

by : Unknown | Time : 27.10.12 Label: Inspirasi

Ada sepasang mertua dan menantu yang hubungannya sangat buruk. Mertua senantiasa mengadukan kejelekan menantu kepada anak lelakinya, menantu juga selalu mengeluhkan kesalahan mertua kepada suaminya.

Suatu hari ketika suami baru pulang ke rumah, isteri sudah berkeluh kesah kepadanya.

Begitu ilham datang, suami berkata kepada isteri: “Jika kamu terus ribut dengan ibu juga bukan jalan keluar, bagaimana kalau kita menghabisi ibu saja, agar duri dalam dagingmu dapat dicabut.” Isteri merasa senang mendengarnya, ternyata suami lebih memihak padanya.

Suami melanjutkan: “Perbuatan ini harus dilakukan tanpa meninggalkan bekas. Mulai sekarang kamu harus berpura-pura untuk bersikap baik kepada ibu, agar terwujud citra semu kalau hubungan kalian sangat harmonis, sampai waktunya kalau pun kita menghabisinya, juga tidak ada orang yang menaruh curiga.”

Menantu mulai bersikap menurut kepada mertua. Setelah tiga bulan berlalu, isteri mulai tidak sabaran dan ribut-ribut pada suami: “Aku tidak tahan lagi! Jelas-jelas benci padanya, malah aku harus menuruti semua kemauannya. Malam ini kita harus bertindak, kalau tidak maka ...”

Suami berkata: “Tidak bisa! Kalau sekarang bertindak, para tetangga pasti curiga kalau kita yang melakukannya, kamu harus bersabar lagi, kamu juga harus melepaskan prasangkamu dan berusaha untuk menemukan kelebihan ibu, dengan demikian tentu kamu akan merasa lebih mudah melewati hari-harimu.”

Isteri lalu lebih serius lagi dalam berpura-pura untuk menuruti keinginan mertua. Perubahan menantu awalnya tidak diterima oleh mertua, dia berpikir dalam hati: “Pura-pura saja, aku mau melihat kamu bisa bertahan sampai kapan?” Namun dikarenakan perubahan menantu, tanpa sadar mertua dan menantu mulai bisa berbincang-bincang dan tertawa bersama, mertua juga mulai membantu menantu mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian dan mengepel lantai.

Setelah tiga bulan lagi, suatu hari suami berkata pada isterinya: “Waktunya sudah tiba, sekarang kita sudah boleh menghabisi ibu.” Begitu mendengar perkataan ini, isteri tersentak dan berkata sambil menangis: “Dulu aku yang salah, itu karena hatiku terlalu sempit dan meremehkan orang, padahal kelebihan ibu sangat banyak, orangnya juga menyenangkan, hanya saja dulu aku tidak tahu.”

Suami juga tersenyum sambil meneteskan air mata, akhirnya mereka berdua sama-sama menangis.

Sejak itu suara tawa mertua dan menantu senantiasa terdengar dalam keluarga ini.

Dikutip dari buku “Wisdom at dawn” karangan Master Cheng Yen (Tzu Chi Founder)


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

"Nick Vujicic, Motivator Kelas Dunia Yang Tidak Mempunyai Tangan Dan Kaki Menikah"

by : Unknown | Time : 27.10.12 Label: Motivasi & Pengembangan Diri

Siapa yang tak tau Nick Vujicic? Pria yang terlahir tanpa tangan dan kaki dan dipakai luar biasa dalam hal memotivasi anak-anak muda yang berada dalam keterpurukan hidup.

Kalian yang saat ini masih diliputi rasa rendah diri karena ditakdirkan Tuhan terlahir dengan berbagai macam ketidak sempurnaan, mungkin harus belajar banyak dari Nick Vujicic. Walaupun tak memiliki tangan dan kaki, rasa percaya dirinya tetap terpancar dari kehidupannya, sehingga menginspirasi banyak orang dan membuat seorang wanita jatuh cinta kepadanya. Cowok keturunan Serbia ini baru saja melangsungkan pernikahannya dengan gadis cantik, Kanae Miyahara, 12 Februari 2012 di California. Tak ada yang menyangka bahwa Nick dapat menikah dengan gadis cantik ini. Sungguh tak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Seperti pasangan berbahagia lainnya, Nick dan Kanae juga menikmati masa-masa bulan madu di Hawaii. Mereka berdua tampak santai di pantai menikmati matahari terbenam, berfoto ria dan melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya. Yang membedakannya dari pasangan lain adalah Nick tidak memiliki tangan dan kaki. Dengan segala keterbatasannya, ia masih dapat menikmati hidup selayaknya orang normal. Semangatnya patut kita contoh.

Berikut ini sedikit tentang latar belakang Nick Vujicic.

Nicholas James Vujicic lahir 4 December 1982 di Brisbane, Australia. Motivator kenaman dunia ini ketika dikandung telah menderita penyakit tetra-amelia syndrome yang menyebabkannya lahir sebagai seorang tunadaksa. Apa yang menjadi kekurangannya, justru saat ini menjadi kelebihannya. Hingga hari ini Nick masih aktif berenang, berselancar, bahkan bermain golf. Kekurangan fisiknya tidak menjadi penghalang dalam meraih segala mimpi-mimpinya.

Nicholas Vujicic datang ke dunia tanpa tangan dan kaki. Bayangkan betapa terkejut orang tuanya ketika melihat bayi laki-laki yang lahir untuk pertama kalinya, ditemukan dengan keadaan tidak sempurna atau abnormal. Dushka Vujicic, dan suaminya Pendeta Boris Vujicic sudah menunggu-nunggu kelahiran bayi itu, tetapi kekagetan yang tak terkira harus mereka terima ketika melihat anaknya lahir tanpa tangan dan kaki.

Bagaimana Nick akan menjalani hidup sebagaimana layaknya kebanyakan orang normal hidup? Apa yang akan Nick lakukan ketika hidup dengan cacat fisik seperti itu? Sedikit dari mereka yang tahu bahwa bayi tanpa tangan dan kaki ini suatu hari akan menjadi seseorang yang akan menginspirasi dan memotivasi orang-orang dari semua lapisan kehidupan. Tuhan menggunakan Nick untuk menyentuh banyak kehidupan dan membawa harapan besar orang-orang di seluruh dunia.

Sepanjang masa kecilnya, Nick tidak hanya menghadapi tantangan khas anak sekolah dan para remaja seperti bullying, masalah harga diri, tetapi juga berjuang menghadapi depresi dan kesepian.

Dia terus-menerus mempertanyakan mengapa ia berbeda dari semua anak-anak lain di sekitarnya?

Mengapa harus dia yang lahir tanpa lengan dan kaki?

Dia bertanya-tanya apa tujuan di balik hidupnya?

Menurut Nick, kemenangan atas perjuangan sepanjang perjalanannya, serta kekuatan dan semangatnya untuk tetap hidup, didapatnya ketika ia mempunyai iman kepada Tuhan. Keluarganya, teman-teman dan orang banyak di sekitarnya juga mendorongnya sehingga ia dapat menjalani hidup ini dengan lebih bersemangat dan tak kehilangan harapan.

Setelah lulus sekolah, Nick melanjutkan ke jenjang kuliah dan memperoleh gelar double deegre, jurusan Akuntansi dan Perencanaan Keuangan di Universitas Griffith di Logan, Australia. Pada usia 19, Nick mulai memenuhi impiannya untuk bisa mendorong orang lain melalui berbicara motivasi dan berbagi kesaksian tentang bagaimana Tuhan mengubah hidupnya dan memberinya masa depan dan harapan. "Saya menemukan tujuan keberadaan saya, dan juga tujuan keadaan saya. Ada tujuan mengapa Anda dalam saat ini berada dalam pencobaan".

Nick sepenuh hati percaya bahwa ada tujuan dalam setiap perjuangan yang masing-masing kita hadapi dalam hidup kita. Sikap dalam menjalani perjuangan, dan dengan iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan dapat menjadi kunci untuk mengatasi tantangan yang kita hadapi."

Sekarang di usia 28 tahun, pemuda tanpa kaki ini telah mencapai lebih banyak dari kebanyakan orang seusianya capai. Nick baru-baru ini melakukan langkah besar dari Brisbane, Australia ke California, Amerika Serikat, di mana dia adalah Presiden sebuah organisasi international. Sejak berbicara di depan umum pertama kalinya ketika ia berusia 19 tahun, Nick telah berkeliling dunia, berbagi cerita dengan jutaan orang, berbicara kepada berbagai kelompok yang berbeda seperti siswa, guru, pemuda, perempuan, pengusaha, dan para religius. Dia juga menceritakan kisahnya dan telah diwawancarai pada program televisi di seluruh dunia. "Jika Tuhan sanggup menggunakan seorang pria tanpa lengan dan kaki menjadi tangan dan kaki-Nya, maka Dia pasti akan sanggup menggunakan anda juga!"

Tuhan sungguh-sungguh memakai Nick Vujicic dengan luar biasa. Seperti 5 roti dan 2 ikan yang dapat memberi makan 5000 orang, Tuhan menggunakan Nick yang memiliki keterbatasan fisik untuk memberi harapan bagi ribuan bahkan jutaan orang. Bagaimana dengan anda? Maukah hidup anda dipakai secara luar biasa seperti ini?? Bersyukurlah ! dan jangan rendah diri! Rasa rendah diri akan menghambat kesempatan anda untuk menjadi luar biasa.


Baca Selengkapya... »»  
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Anthony Burgess (Setahun Menjelang Kematian)

by : Unknown | Time : 27.10.12 Label: Motivasi & Pengembangan Diri

Anthony Burgess, 40 tahun menderita tumor otak, Dokter mengatakan bahwa sisa hidupnya hanya tinggal paling lama satu tahun lagi.

Biaya pengobatan telah membuatnya jatuh miskin. Satu satu hal yang paling dia risaukan adalah saat dia meninggal, dia tidak punya apa-apa untuk ditinggalkan untuk istrinya, Lynne, yang segera akan menjadi janda.

Burgess tidak pernah putus asa, dia tidak mau hanya menunggu dan menunggu saja, hingga ajal menjemputnya. Burgess tidak pernah menjadi novelis sebelumnya, tetapi dia selalu tahu ada potensi dalam dirinya untuk menjadi seorang penulis. Sehingga dia mengharapkan royalty penjualan bukunya dapat menopang kehidupan istrinya kelak.

Lalu diapun mulai menulis... tetapi dia tidak tahu pasti apakah bukunya akan terpublikasikan.

"Itu adalah bulan Januari 1960," katanya, "Menurut perkiraan, saya hanya memiliki musim dingin, musim semi dan musim panas untuk hidup lagi, dan pada musim gugur ajal akan datang menjemputku.”

Untuk mengejar sisa waktu hidupnya, Burgess menulis penuh semangat, dia menyelesaikan 5.5 novel dalam tahun itu. Tetapi tahun itu berlalu, Burgess tidak meninggal. Kanker otaknya telah lenyap sama sekali. Dan itu tidak membuatnya berhenti menulis juga dan dia terus menulis hingga mewariskan 70 judul novel sebelum meninggal, Bukan karena kanker.

Dia mungkin tidak pernah pernah menulis kalau bukan adanya ancaman kanker otak tersebut.



"Banyak dari kita seperti Anthony Burgess, Banyak Kehebatan yang terpendam dalam diri kita, dan selalu menunggu sampai saat kritis baru dimunculkan."

Tanyakan pada diri kita, apa yang akan dilakukan saat menghadapi permasalahan seperti Anthony Burgess...

"Jika saya hanya mempunyai sisa satu tahun untuk hidup, apa yang akan saya lakukan? "

Lakukan yang Terbaik Mulai Sekarang dan JANGAN TUNDA LAGI!!!


Baca Selengkapya... »»  
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kekuatan dari Keseimbangan

by : Unknown | Time : 27.10.12 Label: Sukses

Untuk hidup sukses, Anda harus membina keseimbangan antara:

1. Ambisi dan Kemampuan.
Ambisi berlebihan tanpa kemampuan, adalah penyiksaan diri.
Kemampuan tanpa ambisi, maka tidak ada dorongan kekuatan.

2. Cita-cita dan Perjuangan.
Cita-cita tanpa perjuangan adalah mimpi kosong.
Perjuangan tanpa cita-cita adalah jerihpayah tanpa tujuan.

3. Kerja keras dan Istirahat
Kerja keras tanpa istirahat mengakibatkan sakit,
Istirahat melulu tanpa kerja membuat badan lumpuh.

4. Kepercayaan diri dan potensi.
Tanpa potensi, kepercayaan diri berlebihan hanyalah keyakinan kosong tanpa kekuatan.
Tanpa kepercayaan diri, potensi diri tidak akan berkembang

5. Keberanian dan Kecermatan
Keberaniaan tanpa kecermatan adalah membabi buta.
Kecermatan tanpa keberaniaan sama dengan jalan ditempat

6. Serius dan Santai
Serius terus tanpa santai membuat Anda stress dan capek.
Santai terus tanpa keseriusan membuat hidup berlalu tanpa kerjaan.

Ketidak-seimbangan adalah penyebab ketegangan hidup, kekecewaan, stress, frustrasi dan bahkan kehancuran.

Namun untuk mencapai kesuksesan Sejati berkelanjutan, semua Keseimbangan harus disempurnakan dengan Kasih dan Kearifan



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Minggu, 21 Oktober 2012

Kisah Sukses : Andrew Darwis - Pendiri Kaskus

by : Unknown | Time : 21.10.12 Label: Kisah Sukses

 
Awalnya Andrew Darwis mendirikan Kaskus bertujuan untuk mengembangkan hobinya berkomunitas di dunia maya. Namun kini, Kaskus menjadi situs komunitas terbesar di Indonesia.

"Awalnya Kaskus dibuat untuk menyalurkan hobi berkomunitas saya di internet," katanya. Obsesi terbesarnya sejak awal masa kuliah di Amerika Serikat pada 1999 itu, sulit tercapai, karena tak ada satu pun situs komunitas di Indonesia.

Pada awalnya perjalanan bisnis Kaskus sangat lambat, untuk menggaet anggota satu orang saja, butuh waktu lama. Bayangkan, dalam seminggu saja mereka hanya mampu mengundang paling banyak tiga orang. Kondisi itu bertahan selama mereka sekolah dan bekerja di AS.

Kemudian, setelah perkembangan internet semakin pesat di Indonesia, dua sekawan itu bersepakat pulang ke Indonesia untuk mengelola situs komunitas di negerinya sendiri. Dari sebuah kantor di kawasan Jakarta Kota, awal 2008, mereka bahu membahu mengelola situs. Dua bulan berselang, Kaskus resmi menjadi perusahaan profesional dengan nama PT Darta Media Indonesia.

Setelah itu, Kaskus terus berbenah. Bersama timnya, Andrew tak segan turun langsung menangani perusahaan hingga ke masalah promosi. Pada enam bulan pertama sejak menjadi perusahaan profesional, perkembangan Kaskus terbilang stagnan.

Namun dengan perjuangan keras, kondisi sulit itu berubah membaik, hingga akhir 2008. Darwis mengklaim, jumlah anggota komunitasnya tumbuh empat kali lipat dari semula. Jumlah itu membuat keanggotaan Kaskus yang berasal dari seluruh dunia menjadi yang terbanyak dibanding siapa pun dan tanpa dipetakan kisarannya.

Akibatnya, perusahaan memutuskan untuk menambah server baru yang hingga saat ini tercatat sudah memiliki 26 server di Indonesia dan dua lainnya di AS. "Kita juga akan menambah dua server lagi di Indonesia untuk kenyamanan akses," ungkap Andrew.

Saat ini keanggotaan yang masuk ke kaskus mencapai 1,1 juta orang. Tidak hanya mampu menggaet anggota baru dalam kisaran 150-250 orang per hari, banyak kaskuser (anggota komunitas Kaskus) yang sudah bertahun-tahun menjadi anggota, tetap setia aktif menjadi anggota.

Dari sekian banyak konten dalam Kaskus.us, tanpa ragu Andrew menyebut konten Jual Beli dan Lounge sebagai terfavorit dikunjungi kaskuser. Para kaskuser yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia itu bisa memanfaatkan konten ini untuk transaksi bisnis online. Dalam sehari saja, 80 ribu daftar barang, diikutkan dalam forum jual beli (FJB).

Karena terus tumbuh, pemasukan iklan ke perusahaan pun mengalir. Kata Andrew, awalnya konten iklan sangat sulit didapat karena banyak perusahaan yang tidak mengenal Kaskus.

Namun, karena usaha keras dan upaya mengenalkan Kaskus ke publik secara terus menerus, perusahaan-perusahaan yang ingin mengiklankan produknya dalam kasus terus meningkat dan bahkan banyak yang masuk daftar tunggu.

Berkat iklan, perusahaan kini mampu mempekerjakan hingga 24 orang di spesialisasinya masing-masing. Tidak hanya itu, semakin sehatnya keuangan perusahaan juga ditunjukkan oleh megahnya kantor mereka. "Memang masih sewa tapi kita akan terus berjuang untuk yang terbaik," tukasnya. (*/ dari berbagai sumber) 



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kisah Dan Kunci Sukses : Jeff Bezos - Pendiri Toko Online Terbesar Di Dunia

by : Unknown | Time : 21.10.12 Label: Kisah Sukses

Sobat kenal dengan Jeff Bezos? Siapa tuh? Bagi anda yang sudah lama di dunia Bisnis online pasti mengenal Jeff Bezos. Dialah pendiri toko online terbesar saat ini, yaitu amazon.com dan sekarang menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Jeff Bezos dengan toko online-nya berhasil menguasai pasaran Bisnis online.


Bagaimana Kisah Dan Kunci Sukses Jeff Bezos pendiri Toko online terbesar di dunia? Seperti apakah kisah Sukses Jeff Bezos sebagai raja toko online dunia? Bagaimanakah sampai dia merumuskan kunci suksesnya dari kegagalan-kegagalan awalnya?

Mengawali bisnisnya pada tahun 1995, mulanya Amazon merupakan toko buku online yang kemudian berkembang menjual musik dan video, hingga sekarang telah tumbuh menjadi produsen Bisnis hardware, dan menjadi salah satu toko online serba ada yang jutaan konsumennya telah tersebar di berbagai belahan negara.
Dengan memanfaatkan strategi pemasaran yang inovatif, bisa dikatakan Amazon berkembang cukup pesat dalam waktu yang relatif singkat. Bezos berusaha merebut perhatian konsumen dengan program diskon yang Ia tawarkan, dan menambahkan inovasi secara terus menerus hingga akhirnya lelaki kelahiran Albuquerque, New Mexico, 12 Januari 1964 ini berhasil mengantarkan Amazon.com sebagai salah satu toko online terbesar yang ada di dunia jagat online

Nah, untuk mengikuti jejak kesuksesan raja toko online dalam membangun amazon.com. Berikut kami informasikan kunci Sukses Jeff Bezos dalam merintis toko online.


Kunci Sukses Jeff Bezos Pendiri Amazon.com

1. Berani melangkah meskipun ada resiko yang siap menghadang
Sebagai seorang pelaku usaha, Jeff Bezos mengaku bahwa dirinya "tidak pernah ragu dalam melangkah dan berani mengambil sebuah resiko untuk mencapai puncak kesuksesan" yang telah Ia cita-citakan. Meskipun tidak semua jalan yang Ia pilih membuahkan hasil yang cukup manis, namun Bezos selalu yakin bahwa ada pembelajaran besar yang bisa Ia ambil dari setiap resiko kegagalan yang Ia temui. Seperti halnya kata Jeff Bezos, “Jika Anda memutuskan bahwa hanya akan melakukan hal-hal yang Anda tahu akan berhasil, maka Anda akan meninggalkan begitu banyak kesempatan.

2. Tak perlu berlarut-larut menyesali kegagalan
Ketika merintis sebuah usaha, tak jarang para pemula menemui berbagai macam kendala yang bisa memicu sebuah kegagalan. Dalam menyikapi resiko tersebut, Bezos sebisa mungkin memotivasi dirinya agar tidak berlarut-larut menyesali kegagalan yang telah terjadi dan segera bangkit untuk melanjutkan perjuangannya demi masa depan yang lebih baik. Sebab baginya, penyesalan terbesar adalah ketika Ia tidak mau mencoba. 

3. Amati, Tiru, dan Modifikasi
Meskipun reputasi Amazon telah bersinar terang dengan jutaan pelanggan setia yang tersebar di seluruh dunia, namun Jeff Bezos tidak pernah malu untuk meniru hal-hal positif yang dilakukan para pesaingnya guna meningkatkan nilai tambah bagi toko online yang Ia bangun. Lihat saja, bila awalnya Amazon.com hanya menjual buku secara online, kini perusahaan ini mulai mengamati perubahan minat pasar dan berusaha mengikuti permintaan pasar dengan menciptakan inovasi baru seperti misalnya memproduksi beragam jenis produk gadget dengan harga jual yang cukup terjangkau

4. Kerja keras dan pantang menyerah
Untuk bisa mencapai kesuksesannya sekarang ini, Jeff Bezos yang mendalami ilmu komputer di Universitas Princeton ini awalnya memanfaatkan garasi sempit sebagai kantor dan menghadapi masalah kesulitan modal untuk membiayai gaji para karyawannya. Siapa sangka berkat kerja keras dan kegigihannya untuk membuat sebuah sejarah, Jeff Bezos bisa mengatasi permasalahan tersebut dan berhasil mengantarkan Amazon.com sebagai situs toko online terbesar saat ini.

5. Utamakan konsumen dan biarkan mereka mempromosikan Anda
Bagi Bezos, dalam berbisnis tak ada yang lebih penting daripada konsumen. Tanpa dukungan para konsumen, bisa dipastikan sebuah perusahaan bisa gulung tikar. Keyakinan inilah yang mendorong Bezos untuk selalu fokus, fokus, dan fokus memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumennya. Sebab, modal inilah yang bakal Ia gunakan untuk meningkatkan loyalitas konsumen hingga akhirnya para pelanggan setianya yang akan menjadi agen promosi bagi perusahaannya, dengan memanfaatkan strategi pemasaran word of mouth (dari mulut ke mulut).

Kiat Sukses inilah yang kemudian mengantarkan Jeff Bezos sebagai raja toko online, dan berhasil menguasai pasar dunia maya dengan mengibarkan bendera Amazon di berbagai belahan dunia.

Demikianlah Kisah Dan Kunci Sukses Jeff Bezos Pendiri Toko Online Terbesar Di Dunia. Semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi anda.


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

KISAH SUKSES : SERGEY BRIN & LARRY PAGE - PENDIRI GOOGLE SEARCH ENGINE TERPOPULER DI DUNIA

by : Unknown | Time : 21.10.12 Label: Kisah Sukses
Larry Page
Co-Founder & President, Products

Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa.

Manusia di belahan dunia mana pun mungkin sudah sangat mengenal kata yang satu ini? Yah, sebagai mesin pencari kelas wahid, Google seolah telah menembus ruang waktu di berbagai belahan negara dan masuk ke ruang intelektual pada lintas generasi.

Namun tahukah Anda siapa orang di balik kesuksesan Google dan bagaimana Google dapat meraih kesuksesan seperti saat ini?

Tak ada kata lain kecuali kata luar biasa yang pantas disematkan pada Larry Page dan Sergey Brin. Dalam waktu 10 tahun lebih, dua anak muda brilian ini menjadi bahan pembicaraan dan dianggap fenomenal. Masih muda, usia keduanya baru di awal 30-an, namun kekayaannya mencapai miliaran dolar dan masuk dalam daftar orang terkaya di Amerika Serikat. Yah, merekalah pendiri Google, situs pencari data di internet yang tersohor itu.

Terlepas dari jumlah kekayaan mereka, ada beberapa hal yang perlu dicontoh dari kisah sukses mereka. Satu hal yang pertama, yang disebut Sergey Brin, yang kini menjabat sebagai Presiden Teknologi Google, yakni tentang kekuatan kesederhanaan. Menurutnya, simplicity web adalah hal yang disukai penjelajah internet. Dan, Google berhasil karena menggunakan filosofi tersebut, menghadirkan web yang bukan saja mudah untuk mencari informasi, namun juga menyenangkan orang.

Kunci sukses kedua adalah integritas mereka dalam mewujudkan impiannya. Mereka rela drop out dari program doktor mereka di Stanford University untuk mengembangkan Google. Mereka pun pada awalnya tidak mencari keuntungan dari proyek itu. Malah, kedua orang itu berangkat dari sebuah ide sederhana. Yakni, bagaimana membantu banyak orang untuk mempermudah mencari sumber informasi dan data di dunia maya. Mereka sangat yakin, ide mereka akan sangat berguna bagi banyak orang untuk mempermudah mencari data apa saja di internet.


Sergey Brin
Co-Founder & President, Technology
 
Kunci sukses lainnya yaitu mereka tidak melupakan jasa orang-orang yang mendukung kesuksesan mereka. Larry dan Sergey sangat memerhatikan kesejahteraan SDM di Google. Kantornya yang diberi nama Googleplex dinobatkan sebagai tempat bekerja terbaik di Amerika tahun 2007 oleh majalah Fortune. Di sana suasananya sangat kekeluargaan, ada makanan gratis tiga kali sehari, ada tempat perawatan bagi bayi ibu muda, bahkan sampai kursi pijat elektronik pun tersedia. Mereka sadar, di balik sukses inovasi yang dilakukan Google, ada banyak doktor matematika dan lulusan terbaik dari berbagai universitas yang membantu mereka.

Sebelum Google muncul, mencari informasi yang relevan di internet sama seperti berjalan pada malam gelap. Tahun 1998 Google.com muncul dan kini dianggap sebagai mesin pencari terbaik di dunia. Google menenggelamkan pamor Overture, LookSmart, InfoSpace, FindWhat dan Ask Jeeves.

Namun, jalan mereka menuju sukses tak mudah. Untuk mewujudkan Google, mereka harus meninggalkan kuliah pada program doktor komputer di Stanford. “Saya kecewa. Bukankah mahasiswa meraih gelar doktor lebih dulu baru bekerja?” demikian Genia Brin, ibu Larry.

Namun, Sergey dan Larry sangat yakin, ide mereka berguna bagi banyak orang dan bisa membuat orang menemukan apa saja yang diinginkan lewat internet.

Sergey dan Larry terus berkutat mewujudkan ide mereka. Larry bahkan disebut sebagai “beragamakan” teknologi, saking seriusnya dengan riset teknologi komputer. Sergey, si anak rumahan, memilih bekerja terus.

Keluarga Intelektual

Lingkungan kedua orang ini adalah orang-orang intelek. Ayah Sergey, Michael Brin, adalah doktor matematika lulusan Universitas Moskow, Rusia. Kakeknya juga doktor matematika. Namun, diskriminasi dan impitan karier terhadap etnis Yahudi di Rusia membuat Michael Brin memilih keluar dari Moskow tahun 1979. Ibu Sergei, Genia, periset di Badan Luar Angkasa Amerika Serikat NASA.

Larry adalah putra Carl Victor Page (almarhum), doktor komputer pertama AS dari University of Michigan dan profesor teknologi komputer di Michigan State University. Ibu Larry, Gloria Page, pengajar program komputer.

Adik Larry, Carl Victor Page Junior, pendiri eGroups yang sudah dijual ke Yahoo! sekitar 500.000 dolar AS.

Pada akhir tahun 1990-an, tak ada yang peduli dengan mesin pencari (search engine) di tengah hadirnya American Online (AOL) dan Yahoo!, yang sudah meraup untung besar dengan menawarkan produk e-mail, berita, ramalan cuaca, dan sebagainya.

Namun, Sun Microsystems telah memberi mereka ruang gerak. Dengan modal pinjaman 100.000 dolar Amerika yang diberikan Andy Bechtolsheim dari Sun Microsystems, kepada “Google Inc”, mereka terus mendalami produk pencari infomasi, dengan melakukan segala modifikasi dan inovasi produk dari waktu ke waktu.

Seiring dengan berjalannya waktu, Google terus melesat meninggalkan pesaing-pesaingnya. Kini, sekitar 300 juta orang membuka Google setiap hari. Setidaknya Google bisa diakses dalam 88 bahasa, termasuk google basa Jawa (berbahasa Jawa).

Wall Street, bursa saham AS, kemudian berebutan atas saham Google, yang kini di atas 500 dolar AS per lembar. GoogleWords, Google’sAdsense, membuat Google menjadi situs utama bagi perusahaan pemasang iklan.

Google adalah perusahaan fenomenal yang tidak pernah dibayangkan oleh warga AS sekalipun. “Menjadi yang terbaik tidak menjadikan kami terlena. Itu malah tantangan,” kata Larry, sang Presiden Produk Google.

“Kesederhanaan (simplicity) web adalah yang disukai penjelajah internet. Kami ingin menawarkan web yang tidak saja ingin mencari informasi, tetapi web yang menyenangkan,” kata Sergey, Presiden Teknologi Google.

Bagaimana mereka bisa sukses? “Cerita orangtua soal Rusia, dan pengalaman masa kecil saya yang selalu takut menghadapi otoritas di Rusia. Juga kesediaan ayah saya mengambil risiko hijrah ke AS telah membuat saya memberontak,” ujar Sergey melukiskan niatnya untuk menghapus kekecewaan sang ayah soal Rusia.

Suatu saat, di samping ayahnya, Sergey berujar, “Terima kasih, Pak, telah membawa saya ke AS.”

Michael, ayah Sergey, merendah. “Ide kewirausahaan Sergey pasti tidak datang dari latar belakang kehidupan keluarga. Akan tetapi, saya bangga, tak pernah menyangka dia akan seperti ini,” kata Michael.

Namun, sukses bisnis Google juga dipoles setelah Sergey dan Larry menyewa Eric E Schmidt, mantan karyawan Sun Microsystems. Di balik sukses inovasi Google juga ada sekian banyak doktor matematika dengan lulusan terbaik.

Larry dan Sergey memang tak pernah menduga Google yang hanya berangkat dari sebuah masalah sederhana akan sesukses sekarang. Namun, justru dengan kesederhanaan dan integritas mereka, mampu membuat Google saat ini menjadi mesin pencari terdepan. Di tangan mereka, sebuah kesederhanaan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.

Kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin merupakan sebuah contoh. Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Google yang mereka dirikan terbukti telah membantu banyak orang untuk bisa mendapatkan apa saja dari internet. Dan kini, mereka pun mendapatkan imbalan yang bahkan tak diduga mereka sebelumnya. Kesuksesan sejati memang akan terasa saat kita bisa berbagi. Dan, Larry serta Sergey membuktikannya sendiri.




Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

"Uang Di Dalam Sepatu"

by : Unknown | Time : 21.10.12 Label: Inspirasi

Suatu sore, seorang mahasiswa berjalan bersama dosennya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja di hutan.

Sang mahasiswa berpaling pada dosennya seraya berkata, "Mari kita sembunyikan sepatunya, lalu kita bersembunyi di balik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian."

Dosen itu menjawab, "Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang-senang dengan mengorbankan orang miskin. Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Caranya adalah memasukkan uang ke dalam kedua sepatu bututnya. Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut."

Mahasiswa itu pun melakukan apa yg dikatakan dosennya, lalu mereka bersembunyi di balik semak-semak.

Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya, ia merasakan ada benda yg mengganjal. Ia pun merogoh ke dalam sepatu. Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam sepatunya.

Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada orang di sekitarnya. Tapi, ia tidak melihat seorang pun disana. Lalu ia memasukkan uang tersebut ke kantongnya, sambil memasang sepatu lainnya. Tapi, lagi-lagi ia terkejut karena ada uang dalam sepatunya yang satu lagi.

Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah keatas. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ada uang. Ia bersyukur atas kemurahan yg Tuhan berikan melalui orang yg ia tidak ketahui.

Melihat hal itu, sang mahasiswa meneteskan airmata. Ia berpaling pada dosennya seraya berkata, "Kau telah memberiku pelajaran yang takkan kulupakan. Kini aku mengerti bahwa LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA."

Dikutip dari sharing seorang sahabat yang bernama Er Ni 



Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

"Kisah Nyata, Yu Yuan Gadis Kecil Penderita Leukemia Berhati Malaikat"

by : Unknown | Time : 21.10.12 Label: Inspirasi

Kisah ini terjadi pada tahun 2005 seorang gadis kecil di China yang menderita penyakit leukemia ganas, tetapi mempunyai hati bak seorang malaikat. Setelah mengetahui penyakitnya tidak dapat disembuhkan lagi, ia rela melepaskan semuanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih punya harapan serta masa depan.

Sebuah kisah nyata tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah “Saya pernah datang dan saya sangat penurut”. Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia.

Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya. Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya.

Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal.

Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, “Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”. Kemudian, papanya memberikan dia nama Yu Yan. Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.

Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain.

Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.

Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.

Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya.

Dengan berbagai cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih.

Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”. Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini”.

Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini.

Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan, tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta. Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup.

Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat.

Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.

Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan. Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah.

Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati”. Yu Yuan kemudian berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu Yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri.

Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan. Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong.... dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.

“Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh”.

Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya.

Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa-mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan, kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.
Nb: Untuk Menghormati Yu Yuan Gadis Kecil Penderita Leukemia Berhati Malaikat, Mari Kita Share Posting Ini Ke Teman-Teman Yang Lain Agar Mereka Turut Terinspirasi Atas Kebajikan Dan Ketulusan Yu Yuan.


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

"Kisah Bai Fang Li, Tukang Becak Tua Berhati Mulia"

by : Unknown | Time : 21.10.12 Label: Inspirasi

Kisah Bai Fang Li ini di harapkan dapat menjadi pelajaran buat kita semua untuk saling membantu sesama kita yang kesusahan, walaupun hidup serba pas-pasan tetapi tetap membantu orang tanpa pamrih dengan apapun yang bisa kita berikan. jika kamu percaya berkah itu datangnya bisa datang dari mana saja dan pahala yang setimpal akan kita dapatkan jika kita melakukan kebaikan dengan "IKHLAS".

Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.

Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.

Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.

Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.

Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan.

Nb: Untuk Menghormati Bai Fang Li Sang Tukang Becak Budiman, Mari Kita Share Posting Ini Ke Teman-Teman Yang Lain Agar Mereka Turut Terinspirasi Atas Kebajikan Dan Ketulusan Bai Fang Li. 


Baca Selengkapya... »»  
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Sabtu, 20 Oktober 2012

Penyesalan Seorang Istri

by : Unknown | Time : 20.10.12 Label: Motivasi & Pengembangan Diri

Aku membencinya...... Itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, Aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, Membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, Aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, Setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain.

Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, Suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, Aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku.

Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, Akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, Aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, Aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, Aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, Aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, Tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, Dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, Dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, Ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun
sebelumnya, Saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu.

Yaah, Karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, Aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, Biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, Ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu Seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, Akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon. Namun betapa terkejutnya aku, Ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan.

Aku menelepon suamiku dan bertanya, “Maaf sayang, Kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, Kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, Aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara.

Tak lama kemudian, Handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, Akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, Aku pulang sekarang, Aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , Kuatir Aku menutup telepon kembali.

Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, Aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.

Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, Aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon.

Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, Terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?”

Kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, Ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian.

Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas. Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku.

Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, Serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.

Selesai mendengar kenyataan itu, Aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada air mata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, Aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Air mata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar air mata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, Aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, Air mataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam masjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, Tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental.

Dadaku sesak mendengarnya, Karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Ia pun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, Aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya.

Di hari-hari awal kepergiannya, Aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, Aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu dirumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku.

Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, Tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, Tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa.

Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, Sekarang aku memandangi komputer, Mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, Sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, Sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote.

Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, Aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, Tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, Meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, Meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belakan, Hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, Keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa.

Dari kantor tempatnya bekerja, Aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, Ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana ? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, Ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

"Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu. Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, Aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja.

Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, Ya sayang. Jangan menangis, Sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, Putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu.
Dan Farhan, Ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke!!!!!!"

Aku terisak membaca surat itu, Ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya.

Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, Sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak- anakku. Ketika orang tuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, Tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikah dengan seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata, “Cintailah sayangku, cintailah suamimu, Cintailah pilihan hatimu, Cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, Kau akan belajar menyenangkan hatinya, Akan belajar menerima kekurangannya, Akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, Kalian akan menyelesaikannya atas nama CINTA.”

Putriku menatapku, “Seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “Bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, Seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, Tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, Tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus....

- CINTAILAH ORANG YANG MASIH MENJADI MILIKMU HARI INI KARENA MUNGKIN KETIKA DIA PERGI MENINGGALKANMU, KAMU AKAN LEBIH MENCINTAINYA - 



Baca Selengkapya... »»  
3 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Author :

Edwin Darias
MindSet Motivator | CREATIVEpreneur OPTIMIZer | Business Tricker
Hp : 08126494008
BB pin: DAEBA62E
____________________________________________
Click this

Follow Our Twitter : @JiwaEntreprener | @MaestroVSI

Follow @JiwaEntreprener Tweets by @DiaryMedan
Follow @MaestroVSI Tweets by @MaestroVSI

Check This !!

  • Friend With Me in Facebook
  • Bisnis VSI Ust. Yusuf Mansur

Arsip Blog

  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2013 (134)
    • ►  Desember (28)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (30)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (22)
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ▼  2012 (126)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (18)
    • ▼  Oktober (50)
      • Menambah Jumlah Follower Twitter Dalam Sekejap Sec...
      • Boss Dan Nasihatnya
      • Kebijaksanaan Dalam Memperbaiki Masalah Hubungan M...
      • "Nick Vujicic, Motivator Kelas Dunia Yang Tidak Me...
      • Anthony Burgess (Setahun Menjelang Kematian)
      • Kekuatan dari Keseimbangan
      • Kisah Sukses : Andrew Darwis - Pendiri Kaskus
      • Kisah Dan Kunci Sukses : Jeff Bezos - Pendiri Toko...
      • KISAH SUKSES : SERGEY BRIN & LARRY PAGE - PENDIRI ...
      • "Uang Di Dalam Sepatu"
      • "Kisah Nyata, Yu Yuan Gadis Kecil Penderita Leukem...
      • "Kisah Bai Fang Li, Tukang Becak Tua Berhati Mulia"
      • Penyesalan Seorang Istri
      • Arti Pernikahan Sesungguhnya... (Gendong Aku Sampa...
      • Jangan Menilai Sesuatu dari Luarnya
      • "Ternyata Orang Cacat Ini Malah Menyumbang Bukan M...
      • Kisah Sukses : Michael Jordan
      • Cara Mendidik Anak Terkaya Di Dunia ( Mark Zukerbe...
      • Hans Christian Anderson - Pendongeng Popular Dunia
      • Pendapat Beberapa Ahli Mengenai Asuransi
      • Allianz membayar seluruh klaim asuransi jiwa Padang
      • Allianz Life Indonesia : Asuransi Jiwa Paling Inov...
      • Allianz Life Peduli Korban Sukhoi
      • Allianz Bayar Klaim 1,5 Milyar (akibat meninggal d...
      • Pohon Asuransi Yang Kuat
      • Jane Shalimar Ikut Asuransi untuk Berobat di Luar ...
      • Perbedaan Orang Yang Punya Asuransi
      • Tidur Melewati Badai
      • Steve Jobs dan Kanker
      • CITRA DIRI AGEN ASURANSI JIWA
      • Property VS Asuransi
      • Asuransi 2 Lapis
      • Ketika Agen Asuransi Berhenti Mengejar Anda (True ...
      • Realita kehidupan!!!
      • SIAPKAH ANDA SAAT DOKTER MINTA 1 MILYAR?
      • TABUNGAN MASA DEPAN ANDA
      • Asuransi adalah Solusi, Wujud Cinta pada Diri dan ...
      • Prinsip PAYUNG KELUARGA
      • Olahraga Yang Berbahaya
      • Survei Kesehatan
      • Lorong Kehidupan
      • Active Income dan Passive Income
      • Insurance = Basic Needs
      • 10 Khasiat Buah Manggis Bagi Kesehatan
      • That Morning has Broken of The Shocking Story of M...
      • Tapro Allianz VS Tabungan Biasa
      • Mari Menabung di Tapro Allianz
      • Kisah Mama dan Anaknya
      • Kisah Burung Merpati
      • Bayi Meninggal Karena Tidak Ada Biaya Berobat
    • ►  September (53)

Popular Posts

Category

  • ASURANSI & Perencanaan Keuangan (84)
  • Bisnis (50)
  • Inspirasi (44)
  • Motivasi & Pengembangan Diri (40)
  • Kisah Sukses (27)
  • Sukses (27)
  • Others (14)
  • Beranda
Free Hit Counters
Free Hit Counters
Diberdayakan oleh Blogger.
 

© SUKSES Dunia Akhirat
designed by @JiwaEntreprener | Bloggerized by Edwin Darias | 08126494008 / DAEBA62E