"Nanti aja, saya masih sehat sehat aja kok..."
atau mungkin
"Kamu doain saya sakit dan cepat mati ya?"
Itulah ucapan yangh paling sering didengar oleh seorang agen asuransi.
"Suamiku baru aja divonis Kanker.... "
Tubuh saya sontak lemas, karena kalimat itu yang terucap dari mulut Amei (nama samaran), bercerita kondisi Suaminya, Anton (samaran).
Memori saya berkelabat cepat ke beberapa Bulan belakangan, masih tercetak jelas raut muka kurang senang ketika saya menawarkan Asuransi padanya..
Entah karena menurutnya saya terlalu bersemangat, terlihat memaksa,
mengganggu, apapun itu saya sudah tak lagi pedulikan pandangan dia pada saya.
Saya hanya bisa mengutuki diri saya, Mengapa saya tdk memaksanya dengan
Lebih Keras lagi !!!
Waktu itu Amei bilang bahwa semuanya akan
baik baik saja, mereka sehat sehat saja, dan sudah ada asuransi dari
kantor Anton. Singkat cerita, saya pulang dengan tangan kosong. Bahkan
sampai saat ini mereka tidak pernah memiliki asuransi.
Seminggu yang lalu, mobil dan perhiasan emas termasuk mas kawin sudah dijual untuk menjalani rawat inap dan berbagai pengobatan...
Ini baru 3 bln sejak divonis, rumah yang masih dicicil sudah terancam
disita bank krn selama 3 bulan mereka mengalihkan kewajiban cicilan untuk
pengobatan.
Saat ini yang dapat kami lakukan sebagai teman teman adalah berdoa supaya dia cepat sembuh...
Bahkan beberapa sahabat Anton berkata, "titip salam ya..." . Padahal salam tidak bisa membantu sedikitpun, mungkin hanya sekedar menguatkan semangat Anton.
Sebagai sales asuransi, saya sudah Gagal. Saya sudah tidak
berguna lagi buat dia. Sebagai Sahabat saya hanya mampu membantu dengan
jumlah yang sangat Minim... Paling hanya memberikan waktu saya untuk mendengar
keluh kesah tentang keluarganya yang bahkan tidak memberikan support Moral
sedikitpun.
Satu hal yang saya pelajari dari kisah sahabat saya, bahwa
sebelum kita sibuk berfantasi dengan Rancangan investasi, pastikan
Asuransi menjadi Dasar dari Rancangan tersebut.
Dan sampai saat itu
tiba, kami akan selalu berusaha keras menjalankan misi kemanusiaan kami
sebagai Agen Asuransi.
(Sumber: Seorang agen asuransi yang tidak menyebutkan nama dan di perusahaan mana dia bekerja)
Repost by : @DiaryMedan



0 komentar:
Posting Komentar