Larry Page
Co-Founder & President, Products
Co-Founder & President, Products
Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa.
Manusia di belahan dunia mana pun mungkin sudah sangat mengenal kata yang satu ini? Yah, sebagai mesin pencari kelas wahid, Google seolah telah menembus ruang waktu di berbagai belahan negara dan masuk ke ruang intelektual pada lintas generasi.
Namun tahukah Anda siapa orang di balik kesuksesan Google dan bagaimana Google dapat meraih kesuksesan seperti saat ini?
Tak ada kata lain kecuali kata luar biasa yang pantas disematkan pada
Larry Page dan Sergey Brin. Dalam waktu 10 tahun lebih, dua anak muda
brilian ini menjadi bahan pembicaraan dan dianggap fenomenal. Masih
muda, usia keduanya baru di awal 30-an, namun kekayaannya mencapai
miliaran dolar dan masuk dalam daftar orang terkaya di Amerika Serikat.
Yah, merekalah pendiri Google, situs pencari data di internet yang
tersohor itu.
Terlepas dari jumlah kekayaan mereka, ada beberapa hal yang perlu
dicontoh dari kisah sukses mereka. Satu hal yang pertama, yang disebut
Sergey Brin, yang kini menjabat sebagai Presiden Teknologi Google, yakni
tentang kekuatan kesederhanaan. Menurutnya, simplicity web adalah hal
yang disukai penjelajah internet. Dan, Google berhasil karena
menggunakan filosofi tersebut, menghadirkan web yang bukan saja mudah
untuk mencari informasi, namun juga menyenangkan orang.
Kunci sukses kedua adalah integritas mereka dalam mewujudkan
impiannya. Mereka rela drop out dari program doktor mereka di Stanford
University untuk mengembangkan Google. Mereka pun pada awalnya tidak
mencari keuntungan dari proyek itu. Malah, kedua orang itu berangkat
dari sebuah ide sederhana. Yakni, bagaimana membantu banyak orang untuk
mempermudah mencari sumber informasi dan data di dunia maya. Mereka
sangat yakin, ide mereka akan sangat berguna bagi banyak orang untuk
mempermudah mencari data apa saja di internet.
Sergey Brin
Co-Founder & President, Technology
Co-Founder & President, Technology
Kunci
sukses lainnya yaitu mereka tidak melupakan jasa orang-orang yang
mendukung kesuksesan mereka. Larry dan Sergey sangat memerhatikan
kesejahteraan SDM di Google. Kantornya yang diberi nama Googleplex
dinobatkan sebagai tempat bekerja terbaik di Amerika tahun 2007 oleh
majalah Fortune. Di sana suasananya sangat kekeluargaan, ada makanan
gratis tiga kali sehari, ada tempat perawatan bagi bayi ibu muda, bahkan
sampai kursi pijat elektronik pun tersedia. Mereka sadar, di balik
sukses inovasi yang dilakukan Google, ada banyak doktor matematika dan
lulusan terbaik dari berbagai universitas yang membantu mereka.
Namun, jalan mereka menuju sukses tak mudah. Untuk mewujudkan Google, mereka harus meninggalkan kuliah pada program doktor komputer di Stanford. “Saya kecewa. Bukankah mahasiswa meraih gelar doktor lebih dulu baru bekerja?” demikian Genia Brin, ibu Larry.
Namun, Sergey dan Larry sangat yakin, ide mereka berguna bagi banyak
orang dan bisa membuat orang menemukan apa saja yang diinginkan lewat
internet.
Sergey dan Larry terus berkutat mewujudkan ide mereka. Larry bahkan
disebut sebagai “beragamakan” teknologi, saking seriusnya dengan riset
teknologi komputer. Sergey, si anak rumahan, memilih bekerja terus.
Keluarga Intelektual
Lingkungan kedua orang ini adalah orang-orang intelek. Ayah Sergey, Michael Brin, adalah doktor matematika lulusan Universitas Moskow, Rusia. Kakeknya juga doktor matematika. Namun, diskriminasi dan impitan karier terhadap etnis Yahudi di Rusia membuat Michael Brin memilih keluar dari Moskow tahun 1979. Ibu Sergei, Genia, periset di Badan Luar Angkasa Amerika Serikat NASA.
Lingkungan kedua orang ini adalah orang-orang intelek. Ayah Sergey, Michael Brin, adalah doktor matematika lulusan Universitas Moskow, Rusia. Kakeknya juga doktor matematika. Namun, diskriminasi dan impitan karier terhadap etnis Yahudi di Rusia membuat Michael Brin memilih keluar dari Moskow tahun 1979. Ibu Sergei, Genia, periset di Badan Luar Angkasa Amerika Serikat NASA.
Larry adalah putra Carl Victor Page (almarhum), doktor komputer
pertama AS dari University of Michigan dan profesor teknologi komputer
di Michigan State University. Ibu Larry, Gloria Page, pengajar program
komputer.
Adik Larry, Carl Victor Page Junior, pendiri eGroups yang sudah dijual ke Yahoo! sekitar 500.000 dolar AS.
Pada akhir tahun 1990-an, tak ada yang peduli dengan mesin pencari
(search engine) di tengah hadirnya American Online (AOL) dan Yahoo!,
yang sudah meraup untung besar dengan menawarkan produk e-mail, berita,
ramalan cuaca, dan sebagainya.
Namun, Sun Microsystems telah memberi mereka ruang gerak. Dengan
modal pinjaman 100.000 dolar Amerika yang diberikan Andy Bechtolsheim
dari Sun Microsystems, kepada “Google Inc”, mereka terus mendalami
produk pencari infomasi, dengan melakukan segala modifikasi dan inovasi
produk dari waktu ke waktu.
Seiring dengan berjalannya waktu, Google terus melesat meninggalkan
pesaing-pesaingnya. Kini, sekitar 300 juta orang membuka Google setiap
hari. Setidaknya Google bisa diakses dalam 88 bahasa, termasuk google
basa Jawa (berbahasa Jawa).
Wall Street, bursa saham AS, kemudian berebutan atas saham Google,
yang kini di atas 500 dolar AS per lembar. GoogleWords, Google’sAdsense,
membuat Google menjadi situs utama bagi perusahaan pemasang iklan.
Google adalah perusahaan fenomenal yang tidak pernah dibayangkan oleh
warga AS sekalipun. “Menjadi yang terbaik tidak menjadikan kami
terlena. Itu malah tantangan,” kata Larry, sang Presiden Produk Google.
“Kesederhanaan (simplicity) web adalah yang disukai penjelajah internet. Kami ingin menawarkan web yang tidak saja ingin mencari informasi, tetapi web yang menyenangkan,” kata Sergey, Presiden Teknologi Google.
Bagaimana mereka bisa sukses? “Cerita orangtua soal Rusia, dan
pengalaman masa kecil saya yang selalu takut menghadapi otoritas di
Rusia. Juga kesediaan ayah saya mengambil risiko hijrah ke AS telah
membuat saya memberontak,” ujar Sergey melukiskan niatnya untuk
menghapus kekecewaan sang ayah soal Rusia.
Suatu saat, di samping ayahnya, Sergey berujar, “Terima kasih, Pak, telah membawa saya ke AS.”
Michael, ayah Sergey, merendah. “Ide kewirausahaan Sergey pasti tidak datang dari latar belakang kehidupan keluarga. Akan tetapi, saya bangga, tak pernah menyangka dia akan seperti ini,” kata Michael.
Namun, sukses bisnis Google juga dipoles setelah Sergey dan Larry menyewa Eric E Schmidt, mantan karyawan Sun Microsystems. Di balik sukses inovasi Google juga ada sekian banyak doktor matematika dengan lulusan terbaik.
Larry dan Sergey memang tak pernah menduga Google yang hanya
berangkat dari sebuah masalah sederhana akan sesukses sekarang. Namun,
justru dengan kesederhanaan dan integritas mereka, mampu membuat Google
saat ini menjadi mesin pencari terdepan. Di tangan mereka, sebuah
kesederhanaan menjelma menjadi kekuatan yang luar biasa.
Kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin merupakan sebuah contoh.
Sebuah niat mulia, meski sesederhana apapun, jika dilandasi kerja keras
dan integritas yang tinggi, akan menghasilkan sesuatu yang istimewa.
Google yang mereka dirikan terbukti telah membantu banyak orang untuk
bisa mendapatkan apa saja dari internet. Dan kini, mereka pun
mendapatkan imbalan yang bahkan tak diduga mereka sebelumnya. Kesuksesan
sejati memang akan terasa saat kita bisa berbagi. Dan, Larry serta
Sergey membuktikannya sendiri.




0 komentar:
Posting Komentar