
Di Jakarta satu lagi kejadian menimpa seorang bayi, yang meninggal akibat orang tua tidak mampu membayar biaya Rumah Sakit. Seperti yang dikutip dari berita antaranews.com, Bocah yang masih berusia 8bln tersebut menderita sakit step pada Jumat (21/10) sehingga dibawa ke sejumlah rumah sakit diantaranya Mitra Kasih, Rumah Bersalin Handayani dan terakhir MAL. Di dua tempat pengobatan sebelumnya, bocah malang itu sempat ditolak dengan alasan biaya.
Hal ini seharusnya tidak terjadi jika semua pihak rumah sakit baik pemerintah maupun swasta menerima pasien-pasien yang tidak mampu (gakin atau jamkesmas). Hal ini juga yang sangat disayangkan oleh Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih. Seperti yang dikutip dari antaranews.com, bahwa rumah sakit lebih mengedepankan biaya yang harus di lunasi terlebih dahulu daripada menangani pasien yang gawat darurat.
Solusinya adalah mengikuti asuransi. Kita tahu bahwa biaya berobat itu tidak murah. Tapi banyak sekali orang yang menganggap asuransi itu tidak penting. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya sadar akan PENTINGNYA ASURANSI. Mereka akan sadar dan tergerak hatinya jika sudah mengalami kesulitan biaya pada saat sakit dan dirawat di rumah sakit.
Allianz mempunyai produk SmartLink Flexi Account Plus yang bisa menangani permasalahan-permasalahan seperti ini. Karena produk ini memberikan proteksi terhadap kematian, kecelakaan, cacat dan 100 kondisi penyakit kritis. Bahkan Allianz memberikan investasi yang nilainya bertambah setiap tahunnya dan bisa mencapai milyaran. Jika terkena salah satu dari 100 kondisi penyakit tersebut pasien tidak perlu membayar lagi pada saat datang kerumah sakit dan dirawat. Cukup dengan menyisihkan Rp. 10.000; s.d Rp50.000;/hari untuk mendapatkan semua perlindungan dari Allianz.
Biaya yang relatif cukup murah ini bisa di ikuti oleh siapa saja termasuk seorang tukang parkir, pengamen bahkan pedagang asongan. Asalkan ada kesadaran dari tiap-tiap diri untuk memberikan perlindungan bagi financial mereka, maka hal-hal seperti di atas, tidak akan terjadi.
Tapi herannya di zaman yang penuh resiko dengan berbagai macam penyakit yang bisa diderita siapa saja, kesadaran masyarakat untuk berasuransi masih sangat minim. Masyarakat rela mengasuransikan aset/harta mereka seperti: Rumah, mobil, dll. Tapi tidak pernah berniat untuk mengasuransikan dirinya sendiri. Padahal aset-aset tersebut ada karena mereka masih sehat dan bisa bekerja. Saya yakin jika suatu saat mereka sakit/meninggal aset-aset tersebut juga akan berkurang/hilang dengan sendirinya. Trus bagaimana keluarga yang ditinggalkan melanjutkan kehidupannya jika aset tersebut telah habis terpakai?
Apakah anda salah satu dari orang yang lebih mementingkan aset daripada diri anda sendiri?
Mulailah berasuransi supaya planing keuangan anda dimasa depan hasilnya maksimal dan tidak terbuang percuma buat biaya-biaya Rumah sakit. Sayang Bukan jika harta yang telah anda kumpulkan bertahun-tahun terakhir harus diserahkan ke Rumah sakit untuk biaya berobat?
Melayani dengan tulus ;
PT Allianz Life Indonesia
www.allianz.co.id
Edwin (Financial Consultant)
HP : 085262184411
pin BB : 26EED2F4
Follow me at :
Twitter : @DiaryMedan (penulis) | @AllianzNetwork
Facebook Id : Edwin Darias Zheng
Facebook Fans Page : https://www.facebook.com/goresantintaemas


0 komentar:
Posting Komentar