
Kondisi Rumah Sangat Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak.
Bukan menjadi keluarga kaya atau berpangkat seorang anak bahagia tapi perhatian dan curahan kasih sayang dan perhatian yg membuat anak bahagia.
Damai Di Rumah
Andersen adalah seorang tukang sepatu yang miskin. Ia bahkan harus hidup di tengah kondisi perang. Ya, saat itu Napoleon berusaha menguasai Eropa, maka suasana lingkungan di mana Andersen tinggal begitu mencekam. Namun, di tengah keadaan yang tidak kondusif itu, Andersen tetap mengupayakan kedamaian di dalam rumah tangganya. Sampai lahirlah anak lelakinya yg diberi nama Hans. Hans kecil tumbuh menjadi anak yang riang. Ia sering diajak orangtuanya pergi ke hutan untuk sekadar berjalan-jalan. Meskipun miskin,
Hans tak pernah merasakan kekurangan mainan, karena ayahnya membuatknnya dari kayu/ranting. Bahkan untuk membuat suasana hati Hans bersukacita, neneknya sering membacakan dongeng sebelum ia tidur. Tak disangka, Hans Christian Andersen (H.C. Andersen) pun menjadi pendongeng paling top dunia. Dongeng seperti Itik Buruk Rupa, Pangeran & Putri Duyung telah menghibur anak-anak sejagat hingga kini.
Setuju / tidak, keadaan di rumah akan sangat mempengaruhi kreativitas seorang anak. Anak yang tmbuh di lingkungan rumah tangga yang kacau, penuh dengan pertengkaran, pertikaian & kebencian, biasanya akan sulit mengekspresikan diri & mengoptimalkan bakatnya. Mengapa? Karena ia akan sulit berkonsentrasi.
Alih2 belajar giat & mengekplorasi kemampuannya, si anak malah pasif, bersedih, bahkan menjadi anak yang malas. Di sisi lain, bila anak tumbuh di tengah suasana rumah tangga yang damai, penuh sukacita & keceriaan, mereka justru bisa berkreasi dengan sebaik-baiknya. Ya, bukan hanya seorang anak, bahkan seorang dewasa pun bila ada di lingkungan yang kondusif, tenang, jauh dari keributan, ia akan menjadi pribadi optimis & produktif...
"Peluklah dan berikan kasih sayang kepada anak anda selagi anda masih mempunyai waktu dan diberi kesempatan. Karena nanti akan ada saatny dimana anak anda akan merasa malu untuk dekat dengan orang tua & lebih dekat kepada orang lain alias teman-temannya. Itu berarti anda telah kehilangan moment berharga dan masa2 indah bersama anak anda."


0 komentar:
Posting Komentar