skip to main | skip to sidebar

Jiwa Entrepreneur | SUKSES Dunia Akhirat

Blog ini dibuat dengan tujuan: 1. Memberikan motivasi, tips-tips bisnis, artikel kesehatan, serta artikel unik dan menarik lainnya. 2. Sebagai sarana diskusi dan informasi bagi warga Medan dan sekitarnya. 3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keluarga dan memberikan solusi Financial Planning yang terbaik bagi keluarga 4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan agar kita bisa selalu berada di tengah-tengah keluarga.

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Rabu, 19 Juni 2013

Home » ASURANSI & Perencanaan Keuangan » Masa Depan adalah Misteri - Kisah Nyata Seorang Pekerja Keras yang Mengispirasi

Masa Depan adalah Misteri - Kisah Nyata Seorang Pekerja Keras yang Mengispirasi

by : Unknown | Time : 19.6.13 Label: ASURANSI & Perencanaan Keuangan


Saya masih ingat tentang sahabat yang kini hanya menjadi bagian dalam sejarah hidup saya. Usia kami masih sangat muda saat itu. Kami berjuang bersama-sama untuk kuliah hingga ia lulus terlebih dahulu. Sebagai seseorang yang terlahir dari ekonomi kelas bawah, menggapai pendidikan lebih tinggi adalah harapan untuk mengubah takdir kami. Dalam pikiran saya atau sahabat saya, dengan mempunyai gelar yang tidak hanya SMA kami akan dapat hidup lebih baik dari saat ini. Sahabatku, bernama Fendy

Usia kami berbeda 2 tahun. Kami berkenalan saat bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan komputer. Sebagai penjaga gudang, saya berkenalan dengan dia yang sering bertugas untuk mengambil barang di gudang dan selalu bicara dengan saya. Suatu ketika, saat menunggu barang. Ia menyapa saya dan saat itu kami berkenalan. Saya terkejut ternyata usia kami tidak jauh berbeda, dan lebih hebatnya lagi ia kuliah sambil bekerja. Saya pun bertanya padanya.

“ Untuk apa kamu kuliah, bukannya tujuan seseorang kuliah itu untuk bekerja, kamu kan sudah kerja? Untuk apa lagi kuliah?”

“ Dengan pendidikan lebih tinggi, kita akan dihargai lebih tinggi kebanding seorang lulusan SMA, memangnya kamu puas hanya dengan pendidikan segini dan gaji segini, bila kamu kuliah lebih tinggi kamu akan dapat lebih baik kan?”

Saya menangkap baik-baik kalimat darinya dan termovitasi untuk mengikuti caranya, akhirnya ia menyarankan saya untuk menyimpan uang gaji saya sebagai simpanan untuk kuliah di universitas yang murah tapi berkualitas. Fendy, jauh-jauh dari kampungnya di Solo. Bekerja di Jakarta dan melakukan apa saja untuk hidupnya, ia ingin membuat orang tuanya bahagia dan bermimpi kelak menjadi orang sukses di Jakarta. Saya pun menjadikan dia sahabat dalam bertukar pikiran. Hingga akhirnya, setahun kemudian saya kuliah ditempat yang sama dengannya.

Kuliah sambil bekerja adalah sebuah pilihan yang sulit dan melelahkan, itu yang saya rasakan setahun belakangan setelah duduk sebagai mahasiswa. Tapi bagi Fendy, itu tidak akan cukup hanya bekerja sebagai pegawai di kantoran, ia juga melakukan pekerjaan sebagai perantara jual beli apapun yang bisa ia jual seperti mainan, pulsa hingga motor bekas. Melihatnya bekerja begitu giat saya jadi geleng-geleng kepala, apakah tubuhnya terbuat dari baja sehingga waktunya beristirahat hanya 3-5 jam sehari sebelum masuk pagi untuk bekerja di kantor yang sama dengan saya.

Seiring waktu berjalan, ia lulus dari bangku kuliah sedangkan saya masih kuliah. Kami tetap bekerja di tempat yang sama dan ia menghabiskan masa selesai kuliahnya sebagai pekerja penghitung uang di sebuah Bank, berkerja hingga larut malam. Suatu ketika disaat dia mengajak saya makan malam, saya bertanya padanya:

“ Fen, kamu kerja begitu giat, memangnya hasilnya untuk kamu tabung atau gimana sih?”

“ Uang yang saya hasilkan, sebagian saya tabung untuk kuliah s2 nanti, sebagian untuk orang tua di kampung dan biaya pendidikn adik saya yang masih sekolah.”

“ Lalu untuk masa depan kamu sendiri bagaimana?”

Dengan tersenyum ia menjawab. “ Untuk masa depan saya, setelah saya melihat adik dan keluarga saya bahagia dulu, baru saya pikirkan.”

Saya hanya tersenyum, merasa iri dalam hati, bagaimana orang seperti ini bisa berpikir tentang keluarganya sebagai bagian utama sedangkan dirinya sendiri belum ia pikirkan?

Suatu ketika, ia mengajak saya berkunjung ke rumah orang tuanya di solo, karena saya sedang libur dan mendapatkan cuti kerja yang sama dengan dia, akhirnya saya pun ikut dengan dia ke kampung. Melihat rumahnya di kampung, ia berasal dari keluarga sederhana.

Lalu ia berkisah tentang impiannya untuk membawa orang tuanya naik haji, sebagai seorang non muslim saya tidak terlalu paham. Ia sadar hal yang berat untuk itu tapi ia sudah menabung sejak saat ini.
Yang membuat saya terkejut ia memberikan saya sebuah saran tentang bagaimana saya harus berpikir tentang diri saya sejak dini.

“ Andi kamu sudah punya asuransi?”

“ Buat apa itu?

“ Ya buat jaga-jaga kalau kamu sakit dan gimana-gimana kan terjamin untuk biayanya?”

“ Waduh saya mah, sehat-sehat aja kok. Kamu sendiri emang uda ikutan asuransi?”

“ Belum, tapi orang tua saya sudah saya ikut sertakan dalam asuransi syariah,.”

Dalam hati saya bingung, kenapa bukan dia yang diasuransikan malah kedua orang tuanya?

“ Ya, saya masih muda, uang saya baru cukup untuk membayar premi kedua orang tua saya, kalau ditambah saya berat dong, lagian saya masih harus kuliah s2 dan hidup di Jakarta”

“ Kenapa kamu suruh saya ikutan?”

“ Ya karena kamu belum nanggung siapa-siapa, ikutan untuk jaga-jaga, kalau saya cepat atau lambat akan ikut.”

“ Akan saya pikirkan” kata saya dalam hati.

Pembicaraan kami terputus dan saya menghabiskan liburan saya untuk berwisata di kampung sahabat saya di Solo.

***

Fendy beberapa minggu kemudian memutuskan untuk pindah kerja setelah mendapatkan tawaran yang lebih baik. Saya sedih harus melepasnya, tapi saya bisa paham mengapa ia harus pindah karena itulah tujuan manusia hidup, untuk mencari yang lebih baik. Ia tetap orang yang inspiratif dalam hidup saya, apalagi ia bilang ia mulai bekerja sebanyak mungkin karena sebentar lagi orang tuanya akan bisa mencapai mimpinya naik haji, berkat premi yang ia tabungkan di bank Syariah untuk naik haji. Saya turut senang mendengarkannya, ia anak berbakti tidak seperti saya yang masih suka melawan orang tua.

Empat bulan kemudian karena kesibukan saya menjelang ujian dan kerja, kami jadi tidak saling berkomunikasi. Saya melihat sebuah televisi dan melihat seorang bintang bulutangkis Indonesia, Susi susanti di televisi sedang membawakan iklan tentang bank Syariah, lah saya jadi bingung. Saya pikir produk syariah hanya untuk kaum muslim, ternyata non muslim pun berhak untuk menabung ataupun mengikuti produk yang bank Syariah keluarkan. Saya jadi teringat sahabat saya Fendy, sebab orang tuanya adalah nasabah produk tersebut. Saya jadi tertarik untuk tau lebih banyak tentang bank Syariah dan berkonsultasi dengan Fendy.

Ketika saya menelepon ke handphonenya, saya begitu terkejut bukan dia yang mengangkat tapi adiknya. Dengan nada sedih ia bicara kepada saya

“ Abang Fendy udah di sisi Tuhan, ia meninggal karena infeksi paru-paru dan hepatitis B yang sudah parah “

Saya terkejut dan langsung menarik nafas panjang-panjang berharap ini hanya mimpi, ternyata semua nyata, air mata saya tumpah ruah mendengar kepergian sahabat saya yang begitu mendadak. Fendy meninggal karena infeksi paru-paru, ia masuk ke rumah sakit dalam keadaan sudah sekarat. Saat itu terdengar suara sedih sang adik yang berkata kalau tabungan mereka sekeluarga tidak cukup untuk biaya dokter dan akhirnya sang kakak meminta untuk di pulangkan hingga akhirnya meninggal di rumahnya.

Oh.. Sahabatku Fendy yang malang, mengapa nasibnya begitu tragis? Saya tidak heran ia dekat dengan penyakit yang berbahaya dengan pekerjaannya yang setiap hari berkeliling diantara polusi tinggi di kota Jakarta dan lebih buruknya lagi tanpa lelah. Semuanya di mulai dari penyakit hepatitis B dan akhirnya menjalar ke paru-paru hingga akhirnya ia menyerah. Saya hanya bisa menangis dan merenungi semua yang terjadi dalam hidupnya. Andai saja ia terlahir lebih baik dari secara ekonomi, ia tidak akan seperti ini. Dunia ini begitu tidak adil. Walaupun ia telah pergi, ia pergi sebagai pahlawan untuk keluarganya, setelah ia mencapai semua mimpinya dengan memberangkatkan orangtuanya naik haji dan menyekolahkan adiknya sampai lulus.

Waktu pun menyadarkan saya secara perlahan tentang misteri kehidupan yang kapan saja bisa datang kepada siapapun umat manusia di bumi. Semua saya renungkan hingga suatu ketika saya terduduk sambil membaca Koran harian seperti biasanya di kantor. Terdapat sebuah kalimat asuransi jiwa. Teringat oleh saya, kalimat perbincangan dengan Fendy di masa lalu yang menyarankan saya untuk mengasuransikan diri saya untuk jaga-jaga, tak saya sangka apa yang ia katakan menyadarkan saya untuk lebih berpikir tentang masa depan. Saya pun semenjak saat itu berpikir untuk menjaga diri saya dengan asuransi.

Fendy sahabatku, kalau saja kamu lebih berpikir tentang dirimu dan mau membagi dirimu dengan sedikit rasa aman seperti yang kamu sarankan pada saya, mungkin saat ini kita masih bisa duduk bersama sambil menikmati kopi berdua, sebagai anak muda yang berharap mimpi besar di masa depan. Aku hanya bisa berdoa agar apa yang kamu katakan walau belum sempat kamu jalanin menyadarkan banyak orang seperti saya untuk berjanji lebih berpikir tentang keamaan diri sendiri sebagai masyarakat ekonomi bawah yang bisa tercekik oleh biaya kesehatan yang mahal.

Sahabat-sahabat sekalian, kisah kami adalah sebuah kisah nyata yang membuatku kini lebih peduli untuk menyarakan orang lain berpikir tentang dunia yang telah berubah dan susah ditebak. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, tidak akan pernah bisa kita tebak. Tapi kita bisa bersiap-siap untuk menjaga diri kita dengan asuransi jiwa sebab hidup adalah misteri Ilahi.

Semoga kisah ini menyadarkan kalian betapa pentingnya hidup bersama asuransi dan tanpa berpikir bahwa hidupmu adalah milikmu saat ini. Tidak sahabat, kita hidup untuk masa depan yang tak akan pernah bisa kita duga. Dan apa yang kita persiapkan saat ini adalah pintu untuk sedikit membuat kita lebih siap menjawab misteri kehidupan.

We Care About You,

PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/goresantintaemas 




Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Related Posts with thumbnails for bloggerblogger widgets

2 komentar:

Bunda mengatakan...

Ini adalah kesaksian kepada masyarakat umum. Saya Fadilah dari Surabaya, Indonesia dan saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan / mendidik masyarakat umum tentang mendapatkan pinjaman online.
Satu-satunya perusahaan Anda bisa online pinjaman adalah Dubril Badan Kredit.
Saya menghubungi Dubril Badan Kredit ketika saya membutuhkan pinjaman mendesak dan saya ditawari pinjaman pada tingkat bunga 2%.
Hubungi Dubril Badan Kredit via email pada dubrilloanfirm@gmail.com.
Jika Anda membutuhkan bantuan atau informasi tentang bagaimana untuk pergi tentang proses pinjaman, silahkan hubungi saya melalui bfadilah8@gmail.com email saya.
Tuhan memberkati Anda.

6 Mei 2016 pukul 15.17
Lady Mia mengatakan...

KABAR BAIK!!!

Nama saya Mia. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.

7 Juni 2016 pukul 23.09

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Author :

Edwin Darias
MindSet Motivator | CREATIVEpreneur OPTIMIZer | Business Tricker
Hp : 08126494008
BB pin: DAEBA62E
____________________________________________
Click this

Follow Our Twitter : @JiwaEntreprener | @MaestroVSI

Follow @JiwaEntreprener Tweets by @DiaryMedan
Follow @MaestroVSI Tweets by @MaestroVSI

Check This !!

  • Friend With Me in Facebook
  • Bisnis VSI Ust. Yusuf Mansur

Arsip Blog

  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (7)
  • ▼  2013 (134)
    • ►  Desember (28)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (30)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (21)
    • ▼  Juni (22)
      • Jangan Biarkan Sebuah Titik Menghancurkan Seluruh ...
      • Pelajaran Management - Para Perampok Ngerti Ilmu M...
      • Belajar Dari Jam Dinding : Arti Nafas Kehidupan
      • Setiap Langkah Adalah Anugerah
      • Masa Depan adalah Misteri - Kisah Nyata Seorang Pe...
      • Asuransi Bagi si Single, Perlukah?
      • Masih Muda Perlukah Asuransi?
      • Menentukan Nasib Jadi Kaya Atau Miskin
      • Financial Freedom - Kerja Sebagai Pegawai Atau Bis...
      • Tipu Daya Uang Kartal
      • Perencanaan Keuangan: Mengejar Inflasi Dengan Berh...
      • Mengapa Kita Tidak Bisa Menabung?
      • Menabung, Masih Perlukah?
      • Jangan Jadikan Arisan Sebagai Sarana Menabung
      • The Miracle - Percaya Pada Impian Anda
      • Kecewa Pada Asuransi?
      • JANGAN HANYA BISA BERTANYA KALO SUDAH DEWASA MAU J...
      • Warisan, Perlukah Direncanakan?
      • Financial Freedom - Perlukah Perencanaan Keuangan ...
      • Sedang Berutang, Kok Disuruh Beli Asuransi?
      • Nasib Keluarga Yang Ditinggalkan
      • Rumus Sukses di Bisnis Asuransi
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (126)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (18)
    • ►  Oktober (50)
    • ►  September (53)

Popular Posts

Category

  • ASURANSI & Perencanaan Keuangan (84)
  • Bisnis (50)
  • Inspirasi (44)
  • Motivasi & Pengembangan Diri (40)
  • Kisah Sukses (27)
  • Sukses (27)
  • Others (14)
  • Beranda
Free Hit Counters
Free Hit Counters
Diberdayakan oleh Blogger.
 

© SUKSES Dunia Akhirat
designed by @JiwaEntreprener | Bloggerized by Edwin Darias | 08126494008 / DAEBA62E