Aceh itu sering diumpamakan seperti rumah besar tapi pintunya kecil. Kenapa? Karena masuknya susah. Tapi, kalau sudah sekali masuk akan lega rasanya.
Saya sendiri beberapa tahun yang lalu, pernah berkunjung ke Aceh dan merasakan itu. Datang dengan perasaan was-was. Apalagi waktu itu masih belum jadi Daerah Otonomi Khusus seperti sekarang. Tapi, setelah selesai dengan seminar sehari di Banda Aceh, perasaan saya jadi lain.
Orang Aceh ternyata sangat hangat dan lembut hatinya. Dan, saya baru tahu waktu itu ternyata konon ACEH itu singkatan Arab, China, Europa, dan Hindustan. Jadi, itu menunjukkan bahwa sejak dulu Aceh yang terlihat homogen dari luar, sebenarnya sangat plural. Aceh ternyata juga sudah biasa terbuka pada orang luar.
Persepsi saya berubah total ketika sempat berkunjung ke Sabang dan mampir di Lagoy Beach yang sering disebut Blue Lagoon. Pantainya indah dan banyak bule yang stay di tree house. Wow!
Begitu mau balik, saya sangat terharu ketika ada farewell dengan sebuah acara yang mengharukan. Cerita ini adalah perlambang pas seperti Anda mulai masuk ke sebuah komunitas. Susah masuknya karena anggota yang ada pasti curiga lebih dulu. Begitu juga Anda yang harus waspada ketika mulai masuk. Tapi, begitu berhasil masuk, semuanya akan jadi enak.
Teman saya yang saya ceritakan kemarin juga begitu. Sebelum masuk ke Komunitas Taichi, dia agak was-was karena dia orang Minang asli. Dia harus mengerti dulu VIP (Values, Identity, Personality) dari Komunitas Taichi itu yang bukan budaya Padang. Tapi, setelah berada di dalam, dia merasa sangat nyaman. Semua ternyata menyambut dia sebagai teman.
Nah, kalau sudah jadi teman, klarifikasi tentang siapa dia sebenarnya jadi gampang. Ketika dia menjelaskan bahwa tiap tiga bulan sekali, kulakan branded bags ke Paris dan Milan, malah mereka semua mau titip. Jadi gak usah jualan! Hanya perlu perlihatkan foto-foto barang terbaru yang dibawa.
Barang yang sama, apalagi kalau mahal, lebih meyakinkan kalau dibeli dari seorang teman. Alasannya, ada TRUST di antara sesama anggota Komunitas. Trust ini menjadi syarat utama dari sebuah komunitas yang efektif. Kalau Anda tidak bisa dipercaya di sebuah komunitas, Anda akan “habis”. Bahkan, lebih baik keluar dari komunitas.
Tapi, kalau Anda benar-benar dipercaya, harga jadi masalah kedua. Karena orang sudah percaya duluan akan kualitas atau originalitas dari produk yang dijual. Itulah yang namanya “Sengsara membawa Nikmat” dalam komunitas.
Bagaimana pendapat anda? Apakah anda masih ragu-ragu atau mungkin takut untuk bergabung di sebuah komunitas? Tepis keraguan anda dan mulailah terjun kedalam komunitas untuk memperluas market bisnis anda.


0 komentar:
Posting Komentar