
Orang tua mana yang tidak sayang kepada anaknya? Bahkan paman saya yang pengangguran pun masih tetap menyekolahkan anaknya di sekolah bermutu alias mahal.
Begitu juga saya, dan orang tua lain pada umumnya, berupaya menjadi seorang nasabah asuransi yang baik, tidak menunggak, supaya kehidupan anak saya nantinya lebih terjamin.
Sebagai manusia dewasa yang bertanggung jawab, kita tentu harus menyiapkan masa depan yang terbaik untuk anak-anak kita. Ketika kita tua dan pensiun, anak kita masih bisa meraih cita-cita untuk sekolah di lembaga pendidikan yang terbaik, dan lulus dengan prestasi yang sangat memuaskan.
Ketika hal itu terjadi, lunas sudah semua jerih payah kita selama ini. Kebahagiaan pasti melingkupi keluarga kita semua.
Namun, apa jadinya ketika sesuatu hal yang buruk terjadi di tengah-tengah perjalanan hidup kita? Jangan-jangan cita-cita untuk menyekolahkan anak menjadi bubar… Padahal, ketika anak kita sedang dalam puncak energinya, kita justru semakin tua dan semakin lemah.
"Asuransi bisa menjadi malaikat penyelamat impian kita semua, asalkan kita melakukannya dengan benar."
Tentu saja kita tidak boleh 100% bergantung kepada hasil investasi Unit Link, misalnya. Sebagai orang tua, kewajiban kita adalah mencari nafkah dan mendidik anak. Dan doa kita adalah tetap sehat dan bugar sampai tua.
Jika kita menyimak kisah nyata sebelumnya, mudah-mudahan hati kita terketuk, untuk senantiasa menyayangi keluarga kita, terutama anak-anak.
Jangan sampai kita meninggalkan keluarga kita dalam keadaan miskin!
Sayangi anak, dan luruskan cita-citanya. Siapkan perlindungan yang baik bagi anak kita, jika sewaktu-waktu kita tidak mampu lagi menjaga mereka.
Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.
Sharing & Consultation:
PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page: https://www.facebook.com/


0 komentar:
Posting Komentar