skip to main | skip to sidebar

Jiwa Entrepreneur | SUKSES Dunia Akhirat

Blog ini dibuat dengan tujuan: 1. Memberikan motivasi, tips-tips bisnis, artikel kesehatan, serta artikel unik dan menarik lainnya. 2. Sebagai sarana diskusi dan informasi bagi warga Medan dan sekitarnya. 3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keluarga dan memberikan solusi Financial Planning yang terbaik bagi keluarga 4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan agar kita bisa selalu berada di tengah-tengah keluarga.

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Sabtu, 07 Desember 2013

Home » Sukses » Tips Agar Tetap Tegar Hadapi Krisis

Tips Agar Tetap Tegar Hadapi Krisis

by : Unknown | Time : 7.12.13 Label: Sukses

 

Di tahun 1878, Thomas Edison menciptakan prototipe lampu bohlam, yang tidak lain adalah kertas tipis yang disambung aliran listrik dalam bohlam vakum. Ketika aliran listrik dinyalakan, filamen yang terbuat dari kertas tipis ini menyala. Masalahnya, pada waktu itu filamen kertas ini terlalu cepat terbakar.

Sesudah ratusan kali mencoba mendesain bohlam lampu yang bisa berfungsi baik, murid Edison yang berbama Lewis Latimer hampir putus asa berkata :"Kita tidak akan pernah berhasil". Edison yang selalu optimis menjawab, "Kita sudah menemukan 999 cara tidak tepat dalam mendesain lampu bohlam, kita satu langkah lebih dekat pada cara yang tepat." Tidak lama kemudian Latimer menemukan material yang tepat untuk filamen, yaitu benang katun yang dikarbonisasi.

Entrepreneur, Pantang Menyerah

Tulisan-tulisan saya tentang entrepreneurship disambut dengan antusias oleh banyak pembaca. Pembaca banyak yang sudah mulai menjadi entrepreneur dan sebagian lagi ingin menjadi entrepreneur. Menjadi entrepreneur memang semakin populer saat ini. Macam-macam latar belakangnya. Ada yang ingin mengubah hobi menjadi profesi, ada yang suka tantangannya, ada juga yang menjadi entrepreneur karena faktor eksternal, seperti PHK, frustrasi pada budaya ditempat bekerja sebelumnya, atau ingin lebih fleksibel.

Memiliki usaha sendiri memang impian banyak orang, akan tetapi sebelum nyebur ke sana, penting untuk dipertimbangkan apakah kita memiliki persyaratan yang dibutuhkan untuk memulai bisnis dan menjalankannnya dengan berhasil.

Berdasarkan statistik, tidak lebih dari 30 % bisnis yang didirikan bertahan lebih dari lima tahun. Untuk berhasil memang butuh visi dan kerja keras pantang menyerah. Para entrepreneur harus menghadapi berbagai tantangan internal dan external. Mereka harus mengelola alur kas, menjaga agar perusahaan tetap untung dan bisa merekrut dan mempertahankan orang -orang yang tepat. Faktor eksternal seperti akses ke pembiayaan, situasi ekonomi, peraturan pemerintah dan isu-isu teknologi mempengaruhi entrepreneur setiap saat.

Karakter dan Sikap Terpenting Entrepreneur

Dalam suatu studi tentang para entrepreneur (William E. Jennings, "A Profile of the Entrepreneur") ditanyakan karakter dan sikap terpenting untuk berhasil sebagai entrepreneur. Secara berurutan hasilnya adalah :
1.) Pantang Menyerah
2.) Daya Saing Tinggi
3.) Mandiri
4.) Berkeinginan Kuat untuk Berhasil
5.) Percaya Diri
6.) Sehat

Ternyata nafsu untuk mendapatkan uang, kesabaran, ketrampilan berorganisasi, keingingan untuk mengejar kekuasaan tidak termasuk dalam karakter terpenting.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang perlu dijawab untuk mengukur kesiapan kita untuk menjadi entrepreneur :

Apakah kita siap untuk bekerja dengan jam kerja sangat panjang dan melakukan pengorbanan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis?

Siapkah kita bertanggung jawab atas semua keputusan bisnis dan semua tanggung jawab yang berhubungan dengan perusahaan?

Apakah kita mandiri, disiplin dan mempunyai komitmen penuh untuk menjadi entrepreneur?

Apakah kita siap untuk menjalankan beberapa peran sekaligus dalam organisasi?


Bagaimana Memulainya?

Untuk memulai, kita perlu mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang ide bisnis yang ingin kita kembangkan. Pelajari industrinya dan cara terbaik untuk membawa produk atau jasa kita ke pasar. Kenali para pesaing yang ada dan hambatan yang mungkin timbul. Bicaralah dengan entrepreneur yang lain untuk menimba pengalaman. Hadiri pertemuan para entrepreneur dan pertemuan dimana para pelanggan prospektif akan hadir. Ikuti trend di bidang yang kita pilih termasuk berbagai isu yang akan berpengaruh pada entrepreneur.

Buatlah rencana bisnis yang cukup detail. Bila bisnis ini membutuhkan pendanaan dari pihak lain, bisnis plan resmi akan dibutuhkan. Artikel tentang membuat bisnis plan pernah saya tulis dan bisa di baca di sini.
Tentukan tujuan besar yang ingin dicapai, lalu bagilah tujuan ini pada langkah-langkah kecil yang bisa di capai. Rencana Bisnis yang bagus akan membantu kita untuk tetap fokus ketika dihadapkan pada berbagai masalah.

Bangun jejaring baik melalui berbagai organisasi profesional maupun jejaring pribadi seperti teman dan keluarga. Penting untuk diketahui bahwa jejaring akan efektif bila kita bisa membangun hubungan yang saling menguntungkan.

Pelajari berbagai aspek keuangan dari bisnis kita. Kemampuan untuk mendapatkan akses permodalan sering kali menjadi faktor penentu berhasil atau gagalnya suatu usaha, oleh karenanya sangat penting untuk mempelajari berbagai cara untuk mendapatkan pendanaan. Teman, keluarga, pinjaman bank, venture capital, angel investor adalah sumber pendanaan yang bisa di jajaki. Ketahui berapa banyak dana yang kita miliki dan berapa banyak yang akan di butuhkan untuk menjalankan perusahaan dan berapa yang akan dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Artikel tentang berbagai alternatif sumber pendanaan pernah saya tulis dan bisa di baca di sini.

Sumber daya manusia yang baik sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Sertakan SDM yang dapat menutup kekurangan kita sesegera mungkin. Ini akan membuat kita punya waktu untuk membangun strategi dan membuat usaha kita tumbuh dan berkembang.

Membangun suatu usaha memang membutuhkan visi dan kerja keras pantang menyerah. Tidak ada resep ajaib yang bisa membuatnya menjadi begitu mudah. Bagi mereka yang siap untuk kerja keras dan mengambil risiko, cita-cita untuk memiliki usaha sendiri bisa direalisasikan.

Banyak pebisnis muda sudah mulai patah semangat menghadapi situasi ekonomi yang serba sulit saat ini. Para entrepreneur mungkin saat ini menghabiskan energinya untuk membuat perusahaannya tetap berjalan. Jangan lupa untuk membuat diri kita tetap tegar juga.

Tips agar kita sebagai entrepreneur tetap tegar menghadapi krisis.

Bangun jejaring. Jejaring bagus untuk bisnis dan bagus pula secara psikologis. Mereka bisa memberikan nasihat yang bagus dan juga menjadi pendengar yang simpatik. Dukungan seperti ini akan menguntungkan keduanya.

Jangan melihat krisis sebagai masalah yang tidak bisa diatasi. Meskipun bisnis kita perlu dirampingkan atau kita perlu berganti segmen pasar untuk merespon situasi ekonomi yang sulit ini, tetaplah berpegang pada visi kita. Percayalah bahwa kemunduran ini hanya sementara.

Bergeraklah ke arah tujuan kita. Pebisnis umumnya sangat berorientasi pada tujuan, tetapi kadang-kadang pasar yang stagnan membuat mereka mati langkah. Buatlah tujuan yang realistik dan lakukan sesuatu langkah maju secara teratur, meskipun langkah maju itu kelihatannya sangat kecil, tetapi langkah-langkah itu akan mendekatkan kita pada tujuan kita (seperti yang telah dilakukan oleh Thomas Edison bersama muridnya Lewis Latimer yang telah gagal ratusan kali dalam mendesain lampu bohlam).

Ambil keputusan dan jalankan. Situasi yang sulit seringkali membuat orang menghindari masalah dan tekanan yang ditimbulkannya, sambil berharap masalah itu akan hilang sendiri dengan berjalannya waktu. Memecahkan masalah adalah suatu kegiatan aktif yang akan berlangsung terus. Membiasakan diri untuk menghadapi masalah dan memecahkannya akan meningkatkan ketegaran kita. Jangan biarkan masalah yang tadinya kecil menjadi besar hanya karena kita menghindar.

Kembangkan gambaran yang positif tentang diri kita dan bisnis kita. Kita mungkin berpikir bahwa bisnis yang baru atau bisnis UKM terkena dampak besar pada situasi ekonomi yang sulit saat ini. Sebetulnya kita justru bisa lebih lincah, gesit dan fleksibel untuk bisa jeli melihat peluang baru dan meresponnya. Sesuatu yang lebih sulit dilakukan pada perusahaan besar.

Perhatikan diri kita juga. Pebisnis biasanya menghabiskan banyak sekali waktu untuk merawat perusahaan dan pegawainya. Mereka seringkali lupa untuk memperhatikan kebutuhan dirinya sendiri. Jangan lupa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kita sukai dan bisa membuat kita santai. Berolahraga lah secara teratur. Kondisi yang prima akan sangat membantu menghadapi situasi-situasi yang membutuhkan ketegaran.

Setiap entrepreneur bisa punya banyak cara untuk membangun ketegaran bagi dirinya dan bagi perusahaan yang di bangunnya. Kuncinya adalah menemukan cara yang paling efektif. Jangan putus harapan. Pandangan yang optimis akan membantu kita berpikir jernih dan memberikan kekuatan untuk menghadapi tantangan demi tantangan.

Bila rencana bisnis kita memang bagus, kita pasti bisa melalui krisis ini dan kembali tumbuh sehat.



Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Related Posts with thumbnails for bloggerblogger widgets

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Author :

Edwin Darias
MindSet Motivator | CREATIVEpreneur OPTIMIZer | Business Tricker
Hp : 08126494008
BB pin: DAEBA62E
____________________________________________
Click this

Follow Our Twitter : @JiwaEntreprener | @MaestroVSI

Follow @JiwaEntreprener Tweets by @DiaryMedan
Follow @MaestroVSI Tweets by @MaestroVSI

Check This !!

  • Friend With Me in Facebook
  • Bisnis VSI Ust. Yusuf Mansur

Arsip Blog

  • ►  2019 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2014 (26)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (18)
    • ►  Januari (7)
  • ▼  2013 (134)
    • ▼  Desember (28)
      • Hutang Buruk dan Hutang Baik
      • Kisah SUKSES Og Mandino (Dari Frustasi Menjelma Me...
      • Asal Usul Hari IBU / Tradisi Makan Cenel (TANG CIE...
      • 8 Trik Instan Mendapatkan Ide BISNIS
      • 5 Teknik Memikat Pembeli
      • Tips Memilih Partner Bisnis
      • 12 Kebiasaan Orang SUKSES yang Harus Anda Tiru
      • Kejujuran Dalam Bisnis Itu Penting
      • Sudut Pandang Kita Menentukan Kebahagiaan
      • Kisah Sukses : Nelson Mandela
      • SUKSES Dengan Kerendahan-Hati
      • Mulai Usaha Dengan Meniru, Why Not? Ini 10 Kiat Su...
      • Bisnis Tambal Ban Beromzet 1 Milyar
      • Percaya Diri Sumber SUKSES dan Kemandirian
      • Referensi yang Ditindak-Lanjuti Melahirkan Kesuksesan
      • Mencuri Tanpa Ketahuan
      • Kegagalan Birokrasi & Persepsi, Akan Menghancurkan...
      • Jangan Mendengarkan Orang Lain
      • Hubungan ROMANTIS Bikin Tubuh SEHAT
      • Jika Ingin SUKSES, Anda Harus Bisa Menjual..!!
      • Kuasai 7 Poin Ini Sebelum Berbisnis
      • 10 Tips Bisnis Menjadi Miliarder
      • 7 Tipe Orang yang Tidak Akan Pernah SUKSES
      • Yuk! Miliki BISNIS SENDIRI Yang Dapat DIWARISKAN d...
      • Pikiran NEGATIF Mengundang PENYAKIT
      • Belajarlah PERCAYA, Rencana Tuhan Padamu PASTI Jau...
      • Semangkuk Nasi Putih Sangat Berarti
      • Tips Agar Tetap Tegar Hadapi Krisis
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (30)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (22)
    • ►  Mei (10)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2012 (126)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (18)
    • ►  Oktober (50)
    • ►  September (53)

Popular Posts

Category

  • ASURANSI & Perencanaan Keuangan (84)
  • Bisnis (50)
  • Inspirasi (44)
  • Motivasi & Pengembangan Diri (40)
  • Kisah Sukses (27)
  • Sukses (27)
  • Others (14)
  • Beranda
Free Hit Counters
Free Hit Counters
Diberdayakan oleh Blogger.
 

© SUKSES Dunia Akhirat
designed by @JiwaEntreprener | Bloggerized by Edwin Darias | 08126494008 / DAEBA62E