Pemerintah daerah yang bisa menjual daerahnya bisa dipastikan kaya raya, sementara yang tidak bisa menjual akan miskin.
Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten menjual air dari Umbul Cokro kepada Danone Aqua. Daerah Istimewa Yogyakarta menjual Pariwisata dan Pendidikan. Daerah Tingkat 1 Bali menjual Pariwisata.
Di Mojokerto, Jawa Timur ada seorang pengusaha yang membuat kerajinan dari bahan plastik bekas yang bernilai ekonomi tinggi. Bosnya adalah seorang yang putus sekolah. Kenapa?
Karena dia termasuk katak yang tuli, sementara sarjana S1 lulusan perguruan tinggi adalah katak yang gendang telinganya sempurna, yang bahkan sedikit suara negatif saja sudah direspon secara berlebihan.
Materi kuliah banyak yang bernuansa management dan hampir tidak memuat materi kewirausahaan. Itulah sebabnya mengapa Perguruan Tinggi hanya mencetak PEGAWAI bukan ENTREPRENEUR.
Jika ada pameran lowongan pekerjaan, maka para lulusan S1 itu akan berbondong-bondong memburunya. Sebaliknya jika ada pameran kewirausahaan, seminar bisnis, UKM, franchise, dll mereka tidak akan meresponnya.
Bukankah lebih nyaman memperjuangkan penghasilan puluhan hingga ratusan juta / bulan sebagai entrepreneur (wirausahawan) daripada memburu pekerjaan sebagai pegawai yang gaji bulanannya tidak seberapa?
Salam SUKSES Dunia Akhirat,
@DiaryMedan
085262184411 / 26EED2F4


0 komentar:
Posting Komentar