Berdasarkan teori, asuransi diperlukan oleh tulang punggung keluarga yg memiliki kontribusi keuangan terhadap biaya rumah tangga. Tujuannya untuk melindungi kondisi keuangan keluarga jika pemberi nafkah meninggal atau tidak memiliki penghasilan karena penyakit/cacat tetap.
Dari teori ini, seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari melakukan tugas rutin rumah tangga & mengurus anak, serta tidak punya penghasilan, tidak perlu memiliki asuransi. Logikanya, tdk ada implikasi keuangan yang timbul jika beliau meninggal.
Namun kenyataannya, seorang ibu rumah tangga memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Mulai dari mengurus rumah tangga sampai mendidik anak-anaknya, termasuk mengantar & menjemput anak sekolah. Jadi jika ibu tersebut meninggal, akan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan kepala keluarga, seperti biaya menyewa pembantu/pengasuh anak, serta supir untuk antar jemput anak. Oleh karena itu, ibu rumah tangga harus dicover dengan uang pertanggungan sebesar biaya pengasuh & supir selama usia anak masih belum bisa mandiri, seperti yg ditulis dalam artikel Steve Scalici.
Beda pula alasan yg dikemukaan oleh klien saya yg memaksa membuatkan asuransi jiwa utk istrinya yang tidak berpenghasilan dengan uang pertanggungan yang sama persis dengan dirinya.
Alasannya: "Jika istriku lebih dulu meninggal, maka aku akan keluar dari pekerjaanku saat ini. Aku akan tinggal dirumah menggantikan semua tugas istriku dalam membesarkan & mengawasi perkembangan anak-anakku sampai mereka mandiri kelak."
Bagaimana rencana anda untuk memberikan masa depan yang terbaik bagi anak-anak anda?
Melayani dengan tulus...
PT.Allianz Life Indonesia
Edwin (Financial Planner)
HP: 085262184411
Pin BB: 26EED2F4
Twitter: @DiaryMedan @AllianzNetwork
Facebook Page : https://www.facebook.com/goresantintaemas


0 komentar:
Posting Komentar